Logo Header Antaranews Sumbar

Mendagri: Program dari Kemensos harus disikapi cepat oleh bupati

Sabtu, 24 Januari 2026 19:20 WIB
Image Print
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menjelaskan program Kementerian Sosial bagi korban bencana alam di hunian sementara SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sabtu (24/1/2026). ANTARA/Altas Maulana.

Lubuk Basung (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyatakan ada program dari Kementerian Sosial untuk korban bencana alam yang harus disikapi dengan cepat oleh bupati atau wali kota yang daerahnya terdampak.

Tito yang juga selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera mengingatkan bupati atau wali kota agar segera melengkapi data calon penerimanya.

"Saya kasih waktu sampai Senin (26/1) dan akan saya perpanjang sampai Senin (2/2). Jika tidak memberikan data maka akan saya tutup dan ungkap bupati atau wali kota mana yang tidak bekerja," tegasnya usai peresmian hunian sementara di Kayu Pasak, Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumbar, Sabtu.

Menurutnya saat ini ada program uang perabotan bagi korban bencana alam sebesar Rp3 juta, stimulan ekonomi Rp5 juta dan uang lauk pauk Rp15 ribu per orang per hari.

Diskresi atau keputusannya, katanya, berada di tangan bupati atau wali kota yang daerahnya terdampak mana data warga yang akan menerima program itu.

Dia mencontohkan, ada warga yang rumahnya terdampak bencana hanya rusak ringan namun lahan persawahnnya habis. Maka warga itu bisa diusulkan memperoleh program stimulan ekonomi Rp5 juta sambil menunggu revitalisasi oleh Kementerian Pertanian.

Selain itu, jelasnya, juga ada program keluarga harapan (PKH) yang bisa diberikan dengan cepat.

"Silahkan bupati atau wali kota yang daerahnya terdampak bencana mengindentifikasi dan berkoordinasi dengan forum komunikasi pimpinan daerah agar mempercepat proses PKH ini," sebut Tito.

Dia menekankan agar dalam menyampaikan data ke pemerintah pusat melalukan provinsi jangan tunggu semuanya selesai. Tetapi jika ada yang telah siap langsung kirim sambil melengkapi data selanjutnya.

"Dari data yang kami terima ada lima daerah yang belum menyerahkan data untuk program Kemensos itu. Sedangkan 47 sudah menyerahkan data dan kami akan fokus membahas ini," sebutnya.

Banjir bandang, tanah longsor dan banjir melanda Agam, Sumatera Barat, Kamis (27/112025 mengakibatkan warga meninggal dunia 166 orang, hilang 36 orang, rumah rusak 2.284 unit, sekolah terdampak 121 unit dan fasilitas lainnya.

Kerugian dampak bencana melanda 16 kecamatan tersebut sekitar Rp6,51 triliun.

Hari ini, Sabtu (24/1)sebanyak 117 unit hunian sementara telah diresmikan pemakaiannya di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak, Palembayan.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mendagri: Program dari Kemensos harus disikapi cepat oleh bupati



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026