Logo Header Antaranews Sumbar

Guru hingga petani ramai lewati Jalan Malalak setelah terhubung

Senin, 23 Februari 2026 12:05 WIB
Image Print
Sejumlah warga melintas di Jalan Malalak setelah berhasil terhubung di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin (23/2/2026). ANTARA/Muhammad Zulfikar

Kabupaten Agam (ANTARA) - Sejumlah guru, pelajar hingga petani dari arah Balingka tujuan Malalak maupun sebaliknya ramai melewati Jalan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), setelah berhasil terhubung pada Jumat (20/2).

"Waktu jalan ini putus, saya harus melewati Lembah Anai dan tidur di sekolah agar tetap bisa mengajar anak didik," kata Nelfi Yanti (55) salah seorang guru di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Malalak di Kabupaten Agam, Senin.

Nelfi Yanti mengatakan sejak Jalan Malalak terputus akibat dihantam banjir bandang di akhir November 2025, para guru terpaksa mengitari kawasan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, dengan jarak tempuh sekitar 95 kilometer demi bisa mengajar anak didiknya.

Sebelum jalan itu terputus, ia mengatakan hanya menempuh sekitar 45 kilometer dari Kecamatan Kamang Magek menuju Kecamatan Malalak. Kini, dirinya bersama para guru lainnya bersyukur Jalan Malalak sudah bisa dilintasi kendaraan roda dua sehingga tidak perlu menempuh jarak yang lebih jauh.

Kepala SMP Negeri 1 Malalak Haris Pratama mengatakan untuk pertama kalinya melintasi Jalan Malalak pascaterhubung. Tersambungnya jalan tersebut menjadi sangat penting bagi warga dari arah Balingka menuju Malalak karena mempercepat mobilitas.

"Saat jalan ini terputus, saya bersama beberapa guru di sini memutuskan untuk menginap di sekolah. Satu kali seminggu barulah kami pulang ke rumah," ujar dia.

Sementara itu, Pelaksana Lapangan Hutama Karya Infrastruktur Subiantoro mengatakan perusahaannya berhasil menghubungkan Jalan Malalak yang sebelumnya terputus akibat banjir bandang sepanjang 300 meter lebih.

Jalan yang berhasil dihubungkan tersebut tepat berada di kilometer 82+600. Jalan alternatif yang dibangun pada masa kepemimpinan Gubernur Gamawan Fauzi tersebut longsor akibat hujan deras yang mengguyur Malalak selama beberapa hari pada November 2025.

Meskipun Jalan Malalak sudah terhubung, namun Subiantoro menegaskan akses itu belum dibuka untuk umum, atau bagi kendaraan dari luar Kecamatan Malalak. Saat ini jalan tersebut baru bisa dilintasi khususnya bagi masyarakat lokal yang ingin ke daerah Balingka atau sebaliknya.

"Jalan itu pun hanya bisa dilintasi pada saat jam istirahat yakni pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB, dan pukul 17.00 WIB hingga sebelum pukul 08.00 WIB," ujar dia.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Guru hingga petani ramai lewati Jalan Malalak setelah terhubung



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026