Logo Header Antaranews Sumbar

Pedagang daging ayam tak bisa seenaknya naikan harga jual

Kamis, 19 Februari 2026 22:44 WIB
Image Print
Bapanas sebut GPM daging ayam ras dan SPHP jagung pakan dilaksanakan selama Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi. ANTARA/HO-Bapanas

Sedangkan berdasarkan data BPS, ia mengatakan rata-rata harga daging ayam ras sampai minggu kedua Februari 2026 berada di Rp40.471 per kg dengan batas maksimal HAP tingkat konsumen di Rp 40.000 per kg. Jumlah daerah yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging ayam ras disebutkan mencapai 155 kabupaten/kota.

Akan tetapi, dari 155 kabupaten/kota tersebut, hanya 53 daerah saja yang mengalami rata-rata harga daging ayam ras melampaui HAP tingkat konsumen. Sedangkan 102 daerah mengalami kenaikan IPH tapi rata-rata harganya masih tidak melebihi HAP tingkat konsumen.

Beralih ke komoditas telur ayam ras, Maino menjelaskan kondisi harga saat ini masih terpantau stabil tanpa gejolak berlebihan. Dirinya optimistis harga telur ayam ras sepanjang Ramadan dapat terkendali.

Terlebih, ia mengatakan pemerintah telah siapkan paket program intervensi pangan yang tidak hanya menyasar konsumen saja. Namun juga menyasar ke produsen pangan dalam negeri seperti peternak unggas.

"Kalau telur, bervariasi. Ada yang Rp30.000. Ada yang Rp31.000 tapi kecenderungan memang sudah turun di beberapa tempat. Mulai menurun menjadi Rp29.000 sampai Rp30.000 untuk telur, menurut pantauan kami," katanya menjelaskan. 

Dalam laporan BPS, untuk rata-rata harga telur ayam ras secara nasional sampai minggu kedua Februari 2026 disebutkan berada di Rp31.757 per kg dengan HAP tingkat konsumen maksimal di Rp30.000 per kg. Sementara jumlah daerah yang mengalami kenaikan IPH telur ayam ras mencapai 80 daerah.

Dari 80 daerah yang mengalami kenaikan IPH tersebut, hanya 28 kabupaten/kota saja yang mengalami harga telur ayam ras melewati HAP tingkat konsumen. Sementara 52 kabupaten/kota lainnya masih cukup aman karena rerata harga telur ayam ras masih sesuai koridor.

Salah satu upaya pemerintah untuk menjaga kestabilan harga daging ayam dan telur ayam adalah pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan di 2026. Anggaran sebesar Rp678 miliar, maka target penyaluran SPHP jagung pakan ke para peternak dapat mencapai total 242 ribu ton.

Ia mengatakan pemerintah mengharapkan melalui program itu dapat menjadi angin segar karena target SPHP jagung di tahun 2026 meningkat drastis hingga hampir lima kali lipat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Adapun penyaluran SPHP jagung tahun 2025 berada di angka 51,2 ribu ton yang menyasar ke 3.578 peternak ayam ras petelur di 17 provinsi.

Maino berharap program SPHP jagung dapat membantu peternak layer mandiri memperoleh pakan dengan harga yang lebih terjangkau. Program itu dapat menjadi penopang kestabilan harga telur ayam dan daging ayam ras karena jagung termasuk sumber pakan ternak unggas yang banyak digunakan di Indonesia.

Secara terpisah, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta agar harga daging ayam ras dan telur ayam ras tidak ada kenaikan, sebab kedua komoditas tersebut telah surplus secara nasional.

"Daging ayam dan telur ayam, tidak boleh naik. Kita surplus. Tidak ada alasan naik. Kita sekarang sudah swasembada 9 komoditas. Termasuk telur dan daging ayam, kita sudah swasembada," kata Amran.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bapanas: GPM daging ayam-SPHP jagung dilaksanakan selama Ramadhan

 



Pewarta:
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026