
Pedagang daging ayam tak bisa seenaknya naikan harga jual

Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengatakan Gerakan Pangan Murah (GPM) daging ayam ras serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan dilaksanakan selama Ramadhan 1447 Hijriah guna menjaga stabilitas dan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
"Jadi masyarakat dipastikan bisa membeli (daging ayam) sesuai HAP (Harga Acuan Penjualan) yang telah ditentukan pemerintah," kata Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan komoditas daging ayam dan telur ayam terus menjadi perhatian pemerintah. Sumber protein hewani terjangkau tersebut patut dijaga kestabilan harganya di pasaran.
Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut rata-rata harga kedua komoditas tersebut mulai sedikit melampaui Harga Acuan Penjualan tingkat konsumen pada minggu kedua Februari 2026.
Untuk itu, lanjut Maino, Bapanas berkolaborasi dengan kalangan swasta menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) daging ayam beku. Perusahaan swasta yang terlibat antara lain PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) dan PT Japfa Comfeed Indonesia (Japfa).
CPI menggelar GPM daging ayam beku di 1.200 outlet penjualan yang tersebar di seluruh Indonesia. Sementara Japfa memastikan GPM daging ayam beku tersedia di 500 outlet jaringannya.
Masyarakat dipastikan dapat memperoleh daging ayam beku seharga Rp40.000 per kilogram (kg). Periodenya, menurut dia, mulai pada 18 Februari sampai sebelum Lebaran.
"Untuk daging ayam di beberapa tempat, kami pantau di wilayah Jakarta dan Tangerang, relatif masih bagus. Harga Rp40.000, paling tinggi. Nah ini ada inisiatif positif kami bersama PT CPI dan Japfa menggelar GPM daging ayam ras," ujar Maino.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
