Logo Header Antaranews Sumbar

Sekolah-puluhan rumah warga di Batang Kenaikan Pasaman Barat terancam ambruk

Selasa, 3 Februari 2026 19:43 WIB
Image Print
Salah satu bangunan sekolah MTsN 07 Pasaman Barat terancam ambruk bersama puluhan rumah di sepanjang bantaran sungai Batang Kenaikan Nagari Seberang Kenaikan, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. ANTARA/Altas Maulana. (Sekolah dan rumah terancam ambruk)

Simpang Empat (ANTARA) - Satu bangunan sekolah dan puluhan rumah masyarakat sepanjang bantaran sungai Batang Kenaikan Nagari Seberang Kenaikan, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat terancam runtuh akibat perubahan aliran sungai di daerah itu.

"Jika dibiarkan maka satu unit sekolah MTsN 07 Pasaman Barat dan puluhan rumah di sekitar itu akan ambruk ke dalam sungai. Ini harus menjadi perhatian serius," kata salah seorang warga Suip Nasution di Simpang Empat, Selasa.

Menurutnya bangunan sekolah dan rumah itu terancam ambruk akibat perubahan aliran sungai dampak dari curah hujan tinggi dan banjir yang sering terjadi di akhir bulan November 2025 lalu.

"Selain mengancam sekolah dan rumah warga juga ratusan hektare sawah dan fasilitas penunjang pertanian di lokasi tersebut juga mengalami kerusakan," katanya.

Mereka mengaku saat ini masyarakat yang berada di sekitar aliran sungai tersebut sudah sangat khawatir saat curah hujan tinggi mereka tidak bisa tidur dengan tenang.

"Hantaman air cukup keras dan dikhawatirkan bisa menjatuhkan bagian belakang rumah mereka ke tebing dan hanyut," katanya.

Warga sekitar mendesak Pemkab Pasaman Barat segera bergerak cepat untuk memperbaiki aliran sungai atau normalisasi.

Selain itu juga perbaikan sejumlah penahan tebing di sekitar kawasan permukiman dan sekolah itu.

"Jika tidak segera ditangani maka khawatir peralihan aliran sungai akan menimbulkan permasalahan baru serta merusak lahan pertanian yang menjadi sumber pendapatan warga sekitar," katanya.

Pejabat Wali Nagari (Kepala Desa) Seberang Kebaikan Gafarli mengatakan pihaknya telah melaporkan ke pemerintah kabupaten agar menjadi perhatian karena menyangkut hidup orang banyak.

"Kita telah melaporkan ke pemerintah kabupaten. Mudah-mudahan bisa menjadi atensi kedepannya. Kalau dibiarkan akan berdampak besar bagi masyarakat," sebutnya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026