
Prioritaskan kelangsungan hidup setara, Pemkot Bukittinggi salurkan bantuan Sembako dan PKH ke Penerima Baru

Bukittinggi (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi melalui Dinas Sosial Kota Bukittinggi menyalurkan bantuan Sembako dan program keluarga harapan (PKH) kepada ratusan penerima baru yang sudah diverifikasi.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis menegaskan bantuan diberikan sebagai menjadi wujud kehadiran negara dalam menjamin kelangsungan hidup yang setara di tengah masyarakat.
"Bantuan ini bertujuan meringankan beban kebutuhan pangan serta mendukung kesejahteraan melalui bantuan tunai berkala dengan besaran yang bervariasi sesuai komponen dalam keluarga penerima manfaat" kata Ibnu Asis, Rabu (1/4).
Ia mengatakan pentingnya perlindungan sosial bagi seluruh masyarakat sebagai prioritas dalam pembangunan kota.
"Upaya pemerintah dalam penyerataan ekonomi dan sosial ini antaranya melalui penyaluran berbagai bantuan sosial seperti Program Sembako dan PKH kepada keluarga miskin dan rentan yang terdaftar dalam DTKS Desil 1 sampai 4," kata Ibnu.
Wawako berpesan agar penerima manfaat menggunakan bantuan sebaik-baiknya untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
"Tidak diperkenankan digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat seperti rokok, miras, narkoba, maupun judi online. Semoga bantuan ini dapat membantu menurunkan angka kemiskinan dan membawa berkah bagi kita semua," kata Wawako.
Kepala Dinas Sosial Kota Bukittinggi, Roza Wahyuni, menyebutkan bantuan sosial sembako dan PKH triwulan I disalurkan kepada 394 Keluarga penerima di Kota Bukittinggi yang merupakan masyarakat yang sebelumnya belum pernah menerima bantuan sosial.
"Program ini didukung dengan total anggaran sebesar Rp 281 juta dengan rincian penerima di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan sebanyak 192 KPM, Kecamatan Guguk Panjang 141 KPM dan Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh sebanyak 61 KPM," katanya.
Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kota Bukittinggi, Yesi Ramlan Nurmatias, menyampaikan pemerintah berkomitmen meringankan beban ekonomi masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, kesehatan dan pendidikan.
"Program ini terbatas, kami mengingatkan penerima untuk besaran bantuan nilainya berbeda sesuai komponen yang telah diverifikasi, sehingga tidak perlu dibandingkan," katanya.
Pewarta: Alfatah
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
