Logo Header Antaranews Sumbar

Kementerian UMKM bantu sarana produksi warga terdampak bencana di Agam

Sabtu, 24 Januari 2026 10:51 WIB
Image Print
Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza menyerahkan bantuan kepada salah satu pelaku UMKM di Kabupaten Agam, Jumat (23/1/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkab Agam.

Lubuk Basung (ANTARA) - Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menyalurkan bantuan paket sarana produksi kepada 250 pelaku usaha terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dalam mendukung keberlanjutan kehidupan dan pemulihan usahanya.

Bantuan yang disalurkan berupa kompor gas, tabung LPG, dan bahan baku produksi, secara simbolis oleh Wakil Menteri (Wamen) UMKM Helvi Yuni Moraza, didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar Endrizal, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Agam Andrinaldi.

Bantuan diberikan kepada 250 pelaku usaha tersebar di Kecamatan Tanjung Raya 100 orang, Palembayan 100 orang, dan Malalak 50 orang.

"Penyaluran bantuan ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar kementerian dan lembaga hadir serta peduli terhadap masyarakat terdampak bencana sesuai tugas dan fungsi masing-masing," kata Wamen Helvi Yuni Moraza di Lubuk Basung, Jumat (23/1).

Dalam keterangan yang diterima di Lubuk Basung, Sabtu, Wamen UMKM itu mengatakan bantuan sarana produksi merupakan langkah awal dalam mendukung keberlanjutan kehidupan dan pemulihan usaha pelaku UMKM.

“Kami berharap bencana seperti ini tidak terulang, sehingga masyarakat dapat kembali menata kehidupan dan memulihkan usaha yang terdampak,” katanya.

Ke depan Kementerian UMKM akan memfasilitasi pelaku usaha agar dapat bangkit dan kembali menjalankan usahanya secara berkelanjutan, sehingga perekonomian keluarga dapat pulih seperti sediakala.

Ia mengajak para pelaku UMKM untuk tidak takut, ragu, maupun patah semangat. “Bencana ini adalah ujian dari Allah SWT, agar kita bisa bangkit lebih maju dan menjadi pengusaha UMKM yang tangguh dan sukses,” katanya.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Sekda) Agam Andrinaldi mengatakan Bantuan sarana produksi tersebut sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha yang terdampak bencana, terutama dalam upaya mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.

“Bantuan ini sangat berarti bagi pelaku UMKM di Agam. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menghidupkan kembali usaha masyarakat pascabencana,” katanya.

Ia menambahkan Pemkab Agam untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi dalam mendukung kebangkitan UMKM serta pemulihan ekonomi daerah.

Sebelumnya Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Agam, mencatat sebanyak 1.406 UMKM terdampak banjir bandang, longsor dan banjir melanda daerah itu pada 27 November 2025, dengan kerugian pelaku UMKM akibat bencana itu sekitar Rp220 miliar.

Pelaku UMKM terdampak tersebut akibat lokasi usaha mereka rusak, akses menuju terputus dan lainnya dampak bencana banjir bandang, tanah longsor dan banjir melanda daerah itu pada akhir November 2025.

Dinas terkait telah melakukan penginputan data dalam rangka penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026