Kota Padang (ANTARA) - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau yang kerap disapa Kak Seto menekankan pentingnya perlakuan (treatment) khusus bagi anak-anak korban banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Pulau Sumatra.
"Iya, tentu saja (butuh treatment khusus)," kata Ketua LPAI Seto Mulyadi di sela pendampingan psikologis (trauma healing) bagi anak-anak korban banjir bandang di Sekolah Dasar Negeri 07 Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis.
Kak Seto mengatakan dimana terjadi bencana dan korbannya merupakan anak-anak, maka dibutuhkan tindakan khusus bagi mereka. Sebab, anak-anak termasuk kategori rentan, sehingga butuh pendampingan lebih guna memulihkan mental mereka.
"Jadi, itu harus ada treatment khusus bagi anak-anak korban banjir," kata dia.
Sejak bencana ekologis terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Provinsi Aceh, LPAI langsung turun ke lapangan untuk memberikan pendampingan khusus. Gerakan ini bekerja sama dengan asosiasi dokter psikiater dan lain sebagainya.
Selain di Kota Padang, Kak Seto juga memberikan pendampingan psikologi bagi anak-anak di Kabupaten Pesisir Selatan. Beberapa kegiatan yang dilakukan, di antaranya mengajak anak bermain, bernyanyi, bermain tebak-tebakan, kuis hingga memberikan berbagai macam hadiah kepada anak didik.
Peraih penghargaan Peace Messenger Award, New York dari Sekretaris Jenderal PBB, Javier Perez de Cuellar pada 1987 itu mengatakan saat ini yang terpenting ialah menjaga konsistensi lingkungan yang ramah anak setelah bencana alam yang terjadi pada November 2025.
Menciptakan lingkungan yang ramah anak harus dilakukan di semua daerah terdampak, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Langkah ini penting untuk memastikan mereka segera pulih dari rasa trauma yang dialami.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kak Seto tekankan perlakuan khusus bagi anak penyintas banjir Sumatra
