Bupati Pasaman tinjau lokasi bencana alam untuk percepat penanganan

id bencana alam,Bencana,Sumbar,Bupati Pasaman Welly Suhery,BPBD Pasaman,Pasaman, Sumatera Barat

Bupati Pasaman tinjau lokasi bencana alam untuk percepat penanganan

Bupati Pasaman Welly Suhery bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pasaman tinjau warga dan Posko Bencana di Kecamatan Bonjol. ANTARA/HO-Diskominfo Pasaman.

Lubuk Sikaping (ANTARA) - Bupati Pasaman, Sumatera Barat Welly Suhery meninjau langsung sejumlah titik banjir dan longsor di Kecamatan Bonjol untuk memastikan langkah penanganan sekaligus menyapa dan memberi semangat kepada warga yang terdampak bencana.

Bupati menegaskan bahwa prioritas pemerintah saat ini adalah memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak banjir.

"Kita dirikan posko bencana agar masyarakat mudah mendapatkan layanan, termasuk tenaga medis dan obat-obatan," katanya di Lubuk Sikaping Jumat.

Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan mendesak lain seperti selimut, tikar, dan makanan siap saji untuk memastikan warga tetap aman dan nyaman.

Dia menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah ini dan berharap kondisi cuaca segera membaik.

"Kita mengimbau warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai dan perbukitan agar selalu waspada terhadap kemungkinan banjir dan longsor susulan," sebutnya

Dia menegaskan kepada seluruh organisasi perangkat daerah dan instansi terkait agar aktif membantu masyarakat secara langsung, terutama di titik-titik yang terdampak parah.

Pada kesempatan itu, dia menyerahkan bantuan sembako dan kebutuhan dasar lainnya secara simbolis kepada warga di posko pengungsian.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deseianti menyampaikan tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Alahan Panjang Bonjol meluap dan memicu banjir bandang di Jorong Pandam, Nagari Limo Koto, pada Rabu (26/11).

Selain itu, luapan air sungai juga mengakibatkan banjir di Jorong Lungguak Batu, Nagari Koto Kaciak Barat dan Jorong Kampuang Tampang, Nagari Ganggo Mudiak, Kecamatan Bonjol.

Peristiwa tersebut merendam sejumlah rumah warga, bahkan satu rumah hanyut terbawa arus.

Sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk mengantisipasi banjir susulan.

Di Jorong Tampang, katanya, meluapnya Sungai Alahan Panjang juga mengakibatkan satu jembatan gantung hanyut.

Sementara itu, luapan Batang Sangkut di Jorong Lungguak Batu menyebabkan puluhan rumah kembali terendam.

Di Jorong Pandam, dua unit rumah yang berada di pinggir sungai hanyut terseret arus dan ratusan warga mengungsi

BPBD Pasaman mencatat 123 warga terdampak langsung oleh banjir, 70 orang mengungsi ke Mesjid Raya Pandam, 100 orang mengungsi ke Mesjid Nurul Iman, Jorong Lungguak Batu, 321 warga mengungsi di rumah keluarga yang tidak terdampak.

Akses menuju lokasi pengungsian di Lungguak Batu masih sulit dijangkau karena air masih terus naik.

"Proses evakuasi dan pembersihan dilakukan oleh TRC BPBD Pasaman, Polri, masyarakat, dan perangkat nagari setempat terus berlangsung," katanya.

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.