
Kerja Sama KPU-Lemsaneg Resmi Berakhir

Jakarta, (Antara) - Kerja sama antara Komisi Pemilihan Umum dan Lembaga Sandi Negara dalam hal pengamanan data Pemilu 2014 resmi berakhir guna menghentikan polemik berkepanjangan terkait independensi Lemsaneg. Penghentian kerja sama itu disampaikan oleh Ketua KPU Pusat Husni Kamil Manik dan Kepala Lemsaneg Mayjen TNI Djoko Setiadi dalam jumpa pers di Gedung KPU RI Jakarta, Kamis. "Kami sepakat untuk tidak melanjutkan kerja sama yang sudah ditandatangani sebelumnya, setelah kami mencermati saran, pendapat dan gagasan dari berbagai pihak," kata Husni. Meskipun kerja sama yang telah disepakati bersama dalam sebuah nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) itu berakhir, KPU tidak menuntut kompensasi apa pun atas pembatalan tersebut. Selanjutnya, KPU akan memaksimalkan kemampuan internal dalam mengamankan data Pemilu 2014, salah satunya mungkin dengan menggandeng para peretas atau 'hacker'. Sementara itu, Djoko Setiadi mengatakan pemberhentian kerja sama itu bukan disebabkan oleh ketidakmampuan Lemsaneg dalam hal teknologi informasi untuk mengamankan data Pemilu. Lemsaneg tidak ingin keterlibatannya dalam pelaksanaan Pemilu menimbulkan kecurigaan dan ketidakpercayaan di kalangan masyarakat. "Kami tidak ingin menjadi kontraproduktif bagi kemajuan demokrasi. Lemsaneg tidak pernah dan tidak akan pernah memihak kepada kekuatan politik mana pun," ujar jenderal dua bintang itu. Sebelumnya, kerja sama dalam hal teknologi informasi pengamanan data Pemilu antara KPU dan Lemsaneg menuai protes dari berbagai pihak. Keterlibatan Lemsaneg dalam pelaksanaan Pemilu 2014 dinilai dapat menimbulkan konflik kepentingan partai tertentu karena lembaga Negara tersebut bertanggungjawab langsung terhadap Presiden, yang kebetulan Presiden sekarang ini menjabat sebagai ketua umum partai. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
