Logo Header Antaranews Sumbar

Bawaslu Pasaman Barat temukan warga meninggal dunia-pindah domisili masuk data pemilih

Senin, 29 September 2025 19:44 WIB
Image Print
Ketua Bawaslu Pasaman Barat Wanhar. ANTARA/Altas Maulana. (Pengawasan data pemilih berkelanjutan)

Simpang Empat (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menemukan 384 orang warga yang sudah meninggal dunia dan pindah domisili masuk ke dalam data pemilih berkelanjutan.

"Dari hasil pengawasan terhadap Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode Juni-September ditemukan 384 orang yang telah meninggal dunia dan pindah domisili," kata Ketua Bawaslu Pasaman Barat Wanhar di Simpang Empat, Senin.

Dia mengatakan dari 384 orang itu terdiri dari warga yang telah meninggal dunia sebanyak 205 orang dan pindah domisili sebanyak 179 orang.

Selain itu pihaknya juga menemukan data narapidana bebas pasca daftar pemilih tetap pada pemilihan umum tahun 2024 sebanyak 17 orang, data narapidana hingga 2029 sebanyak 126 orang dan pensiunan Polri tahun 2025 sebanyak 3 orang.

"Kita telah menyampaikannya ke pihak KPU agar dilakukan perbaikan saat rapat koordinasi bersama TNI, Polri, Dinas Kependudukan Catatan Sipil, Badan Kesatuan Bangsa Politik beberapa waktu lalu," kata Wanhar.

Pihaknya mengharapkan dengan adanya pengawasan data pemilih ini maka akan menciptakan data pemilih yang akurat dan tidak ada data yang bisa disalahgunakan nantinya.

Menurutnya sinergi antara Bawaslu, KPU, Disdukcapil, TNI, Polri dan pihak terkait lainnya sangat diperlukan agar data pemilih bisa lebih akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Kita ingin memastikan bahwa tidak ada lagi masyarakat yang kehilangan hak pilihnya karena persoalan administrasi kependudukan pada pemilu nantinya," ujarnya.

Dia menyebutkan selama ini masih sering ditemukan data pemilih yang belum sinkron dengan data kependudukan, terutama terkait pemilih pemula, pindah domisili, atau warga yang telah meninggal namun masih tercantum dalam daftar pemilih.

"Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan seluruh proses pemutakhiran data pemilih di Pasaman Barat ke depan akan berjalan lebih efektif dan efisien, mengurangi tumpang tindih data, serta meminimalkan potensi celah manipulasi," ujarnya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026