Pertunjukan tari Diam Adalah Siksa di Padang
- 04 May 2026 9:16 WIB
Foto udara pekerja PT Hutama Karya Infrastruktur (KHI) melanjutkan pengerjaan jalan yang putus di Malalak, Agam, Sumatera Barat, Minggu (22/2/2026). Pemerintah berhasil menghubungkan jalan putus akibat bencana longsor pada akhir November 2025 lalu sepanjang 300 meter lebih di Malalak yang merupakan jalan alternatif Padang-Bukittinggi namun belum dibuka untuk umum karena masih dalam tahap pengerjaan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/foc.
Pekerja PT Hutama Karya Infrastruktur (KHI) melanjutkan pengerjaan jalan yang putus di Malalak, Agam, Sumatera Barat, Minggu (22/2/2026). Pemerintah berhasil menghubungkan jalan putus akibat bencana longsor pada akhir November 2025 lalu sepanjang 300 meter lebih di Malalak yang merupakan jalan alternatif Padang-Bukittinggi namun belum dibuka untuk umum karena masih dalam tahap pengerjaan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/foc.
Foto udara pekerja PT Hutama Karya Infrastruktur (KHI) melanjutkan pengerjaan jalan yang putus dengan latar belakang Gunung Singgalang (kiri) dan Gunung Tandikat (kanan) di Malalak, Agam, Sumatera Barat, Minggu (22/2/2026). Pemerintah berhasil menghubungkan jalan putus akibat bencana longsor pada akhir November 2025 lalu sepanjang 300 meter lebih di Malalak yang merupakan jalan alternatif Padang-Bukittinggi namun belum dibuka untuk umum karena masih dalam tahap pengerjaan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/foc.
Foto udara pekerja PT Hutama Karya Infrastruktur (KHI) melanjutkan pengerjaan jalan yang putus di Malalak, Agam, Sumatera Barat, Minggu (22/2/2026). Pemerintah berhasil menghubungkan jalan putus akibat bencana longsor pada akhir November 2025 lalu sepanjang 300 meter lebih di Malalak yang merupakan jalan alternatif Padang-Bukittinggi namun belum dibuka untuk umum karena masih dalam tahap pengerjaan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/foc.
Pekerja PT Hutama Karya Infrastruktur (KHI) memantau pengerjaan jalan yang putus di Malalak, Agam, Sumatera Barat, Minggu (22/2/2026). Pemerintah berhasil menghubungkan jalan putus akibat bencana longsor pada akhir November 2025 lalu sepanjang 300 meter lebih di Malalak yang merupakan jalan alternatif Padang-Bukittinggi namun belum dibuka untuk umum karena masih dalam tahap pengerjaan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/foc.