
PDAM Sawahlunto tempuh beberapa alternatif pelayanan di masa kemarau

Sawahlunto (ANTARA) - Pemerintah Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat melalui PDAM kota itu mengalihkan pasokan air dari Danau Kandi ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kayu Gadang untuk menjaga layanan distribusi air masyarakat yang terdampak kemarau.
“Dengan pengalihan pasokan ini kebutuhan air tetap bisa dipenuhi, meski dengan jadwal distribusi air dilaksanakan secara bergiliran,” kata Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra di Sawahlunto, Jumat.
Dia mengatakan langkah tersebut ditempuh agar kebutuhan air warga tetap terpenuhi.
Ia menjelaskan, jadwal penggiliran dilakukan sesuai ketersediaan IPA Kayu Gadang yang sekarang menjadi sumber pasokan air utama setelah debit air di Danau Kandi menyusut di musim kemarau.
Dengan jadwal penggiliran itu, penyesuaian terhadap pelanggan yakni memperoleh pelayanan distribusi air sekali dua hari dan ada pula yang sekali tiga hari.
“Kebijakan ini hanya berlaku pada saat debit Danau Kandi menyusut karena kemarau,” katanya.
Setelah hujan turun dan debit kembali normal, dia memastikan distribusi akan kembali normal.
Selain itu, Wali Kota Riyanda menyampaikan Pemkot dan PDAM terus mencari alternatif solusi jangka panjang. Salah satunya dengan meminta dukungan pemerintah pusat untuk peningkatan infrastruktur operasional PDAM.
“Proposal kebutuhan infrastruktur PDAM sudah kami antarkan ke kementerian terkait bersama anggota DPR RI Andre Rosiade,” kata dia.
Dukungan pusat sangat strategis sebab kebutuhan anggaran perbaikan dan penambahan infrastruktur cukup besar, sementara APBD Kota Sawahlunto terbatas dengan kondisi defisit dan arahan efisiensi.
Langkah lainnya, sesuai kerangka kerja era baru Sawahlunto Maju yang mengedepankan semangat responsif, adaptif dan berdampak nyata, Wali Kota mengarahkan PDAM dan perangkat daerah terkait bisa membuka potensi terhadap solusi lain.
Salah satu solusi tersebut agar ditempuh dengan cara pengkajian ilmiah dan akademis memanfaatkan sinergi dengan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang pernah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Sawahlunto.
“Sebagai salah satu langkah visioner untuk mengantisipasi resiko di kemudian hari, kita membuka potensi adanya riset ilmiah dan akademis dari dosen dan mahasiswa untuk mengkaji pendekatan yang efektif menghadapi tantangan pengelolaan air bersih di Sawahlunto,” kata dia.
Penelitian ilmiah itu bisa menjadi acuan strategis Pemerintah Kota dan PDAM ke depannya.
Kemudian Direktur PDAM Sawahlunto Julmardizon menyebut pihaknya berkomitmen menjaga layanan masyarakat semaksimal mungkin.
“Dalam kondisi normal, distribusi air bisa setiap hari. Namun pada musim kemarau ini, pilihan penggiliran menjadi langkah terbaik agar semua pelanggan tetap terlayani,” ujarnya menjelaskan.
Dia pun memohon maaf kepada semua pelanggan atas ketidaknyamanan dalam pelaksanaan penggiliran distribusi air itu.
Julmardizon menambahkan kebutuhan perbaikan pompa dan mesin penunjang yang biayanya cukup tinggi.
“Karena itu sinergi dan bantuan dari pemerintah pusat sangat penting, agar pelayanan PDAM bisa semakin optimal,” katanya.
Pewarta: Yudha Ahada
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
