Logo Header Antaranews Sumbar

Karya-karya Arby Samah sebuah penghargaan mendalam terhadap sosok perempuan

Jumat, 20 Juni 2025 08:05 WIB
Image Print
Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy (tengah) didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Jefrinal Arifin (kanan) Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly (kedua kiri) melihat karya Arby Samah yang dipamerkan di Galeri Taman Budaya Sumatera Barat di Padang, Kamis (19/6/2025). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Padang (ANTARA) - Keluarga pelopor patung abstrak Indonesia Arby Samah mengatakan salah satu ciri paling menonjol dalam karya dan hidup Bapak adalah penghargaan mendalam terhadap sosok perempuan.

"Bagi Bapak, perempuan adalah penjaga nilai, sumber kekuatan, dan pusat keseimbangan budaya. Karya-karya seperti Gadis Desa, Kasih Ibu, dan Gadis dan Bujang Kupang bukan hanya menampilkan figur perempuan, melainkan menjadi refleksi penghormatan beliau terhadap perempuan Minangkabau yang lembut namun teguh, sederhana namun berpengaruh," kata anak Arby Samah, Anita Dikarina saat pembukaan pameran 95 tahun Arby Samah di Galeri Taman Budaya Sumatera Barat di Padang, Kamis.

Anita menjelaskan, di luar studio dan galeri, Arby Samah adalah seorang ayah yang hangat, penyayang, dan sangat demokratis.

Dalam keluarga, anak-anak tumbuh bersama seorang bapak yang tidak pernah memaksakan kehendak, justru sebaliknya, diskusi adalah ruang yang paling dinikmati.

"Tak jarang kami, anak-anaknya, terlibat dalam perdebatan hangat seputar seni, kehidupan, bahkan urusan sehari-hari dan beliau akan mendengarkan, bertanya balik, lalu menantang kami untuk berpikir lebih dalam," katanya.

Dalam kenangannya, Arby Samah adalah seorang seniman besar yang tidak pernah merasa dirinya besar.

Arby Samah lebih suka menyapa bumi dalam diam, memberi makna dalam bentuk, dan menyampaikan pesan melalui guratan dan lengkung patungnya.

Ia membumi, bukan karena rendah hati semata, tetapi karena yakin bahwa bumi adalah tempat kita belajar mengenal diri, sesama, dan Tuhan.

Sebagai putra kelahiran Pandai Sikek, sebuah nagari yang dikenal dengan seni ukir dan kekayaan budaya Minangkabau, Arby Samah membawa nilai-nilai leluhur ke dalam dimensi baru yang abstrak, namun tetap berakar.

Seni ukir Minangkabau mengalir dalam intuisi visualnya, memberi napas pada setiap karya yang yang dientuk, tak hanya sebagai objek estetika, tapi sebagai tafsir terhadap hidup dan nilai.

Arby Samah bukan hanya dikenal sebagai pelopor patung abstrak Indonesia, tetapi lebih dari itu, ia adalah pematung yang hidup dalam kesadaran spiritual yang kuat.

Dalam setiap karyanya, ia meyakini bahwa seni adalah perenungan yang membumi, dan proses berkarya adalah bagian dari ibadah.

Selain karya Arby Samah, pameran tersebut juga diikuti karya pematung dari sejumlah negara seperti Belgia, Jepang, Malaysia, Nepal, Filipina dan pematung lokal dari Padang dan Yogyakarta yang dibuka hingga 23 Juni 2025. (*)



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026