Produksi jagung di Pasaman Barat hingga September capai 170.958 ton

id Produksi jagung pasbar,Berita pasbar,Berita sumbar

Produksi jagung di Pasaman Barat hingga September capai 170.958 ton

Salah satu tanaman jagung tumbuh subur di Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat. Antara/Altas Maulana.

Simpang Empat (ANTARA) - Produksi jagung di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mencapai 170.958 ton di lahan 28.492 hektare pada periode Januari-September 2023.

"Kita optimis produksi jagung di Pasaman Barat hingga Desember mencapai 250 ribu ton," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pasaman Barat Doddy San Ismail di Simpang Empat, Senin.

Ia mengatakan produksi jagung terbesar berada di Kecamatan Luhak Nan Duo sebanyak 33.708 ton, kemudian disusul oleh Kecamatan Pasaman 28.128 ton dan Kecamatan Talamau 22.134 ton.

Lalu Kecamatan Ranah Batahan 22.068 ton, Kecamatan Kinali 19.500 ton, Kecamatan Koto Balingka 14. 310 tom dan Kecamatan Sungai Beremas 12.570 ton.

Selanjutnya di Kecamatan Sungai Aur 8.028 ton, Kecamatan Lembah Melintang 7.128 ton, Kecamatan Gunung Tuleh 2.238 ton dan Kecamatan Sasak Ranah Pasisia 1. 146 ton.

"Total produksi jagung hingga September mencapai 170.958 ton," sebutnya.

Menurutnya produksi jagung juga sedikit terganggu karena peremajaan sawit atau replanting kelapa sawit.

Sebab, pada awal replanting kelapa sawit, kebun masih bisa ditanami jagung oleh petani.

Namun, ketika kelapa sawit semakin besar dan daunnya sudah memenuhi kebun maka jagung tidak bisa ditanami lagi.

"Sehingga peremajaan sawit ikut mempengaruhi produksi jagung di Pasaman Barat," katanya.

Ia menjelaskan Pasaman Barat menjadi salah satu sentra penghasil jagung terbesar di Sumbar.

"Pernah menjadi penyumbang jagung terbesar mencapai 60 persen beberapa tahun yang lalu. Namun, karena berbagai persoalan produksi menurun," katanya.

Ia menyebutkan produksi jagung tidak hanya disebabkan oleh replanting saja. Tingkat kesuburan tanah juga ikut mempengaruhi. Semakin sering ditanami oleh petani, maka akan semakin menurun pula kesuburannya.

"Semakin berkurangnya kesuburan tanah juga ikut mempengaruhi kepada produksi jagung. Jagung di Pasaman Barat ini pernah menjadi produksi yang cukup tinggi juga di Sumbar. Saat ini luas tanam jagung mencapai 43.907 hektare," katanya.

Ia menambahkan tanaman jagung bisa menjadi tanaman alternatif para petani karena masa panen relatif singkat, bisa empat atau enam bulan dengan harga yang relatif bertahan.***1***