Logo Header Antaranews Sumbar

Uganda Bantah Kesepakatan Terima Pengungsi Afrika dari Israel

Sabtu, 31 Agustus 2013 19:29 WIB
Image Print

Kampala, (Antara/AFP) - Uganda membantah telah membuat kesepakatan dengan Israel untuk menerima puluhan ribu pengungsi Afrika, kata para pejabat Kementerian Luar Negeri, Sabtu. Surat kabar Israel Haaretz melaporkan pada Jumat bahwa Israel akan membiayai penerbangan para imigran itu ke Uganda dan pemukiman mereka di sana, dengan masing-masing pengungsi akan menerima sekitar 1.500 dolar atau 1.135 euro. Tapi Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Uganda Elly Kamahungye membantah kesepakatan itu. "Hal itu tidak benar, itu tidak berdasar, palsu dan menyesatkan jika disebutkan kami memiliki kesepakatan seperti itu," kata Kamahungye. "Uganda memiliki kebijakan yang jelas mengenai pengungsi, terkait mereka yang datang dan siapa yang pergi, sejalan dengan hukum internasional, sehingga tidak mungkin benar dalam hal ini jika kami menerima para pengungsi itu." Haaretz mengutip Menteri Dalam Negeri Israel Gideon Saar yang menyampaikan hal itu kepada sebuah komite parlemen pekan ini yang menyebutkan jika seorang pejabat senior Israel telah memperoleh persetujuan Kampala untuk kesepakatan itu. Otoritas imigrasi Israel mengatakan ada sekitar 55 ribu pengungsi Afrika ilegal di Israel. Banyak dari mereka yang datang dengan berjalan kaki melalui Mesir dan menyelinap lewat perbatasan ke Israel. Perbatasan ini sekarang sedang disegel oleh sistem dinding pengaman canggih dan pagar listrik. Sementara itu Uganda menampung sekitar 200 ribu pengungsi dari negara-negara di kawasan, termasuk mereka yang melarikan diri dari konflik di negara tetangganya Republik Demokratik Kongo, serta Burundi, Ethiopia, Eritrea, Rwanda, Somalia dan Sudan Selatan. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026