Logo Header Antaranews Sumbar

Filipina Catat Pertumbuhan Ekonomi 7,5 Persen

Kamis, 29 Agustus 2013 14:01 WIB
Image Print

Manila, (Antara/AFP) - Filipina mencatat pertumbuhan ekonomi 7,5 persen pada kuartal April-Juni, data menunjukkan Kamis, berkat peningkatan pengeluaran pemerintah dan pertumbuhan belanja konsumen. Angka-angka kuartal ke dua telah memberikan dorongan terhadap pemerintah pada saat pasar saham negara itu dan mata uang merosot karena investor asing keluar dari negara berkembang di tengah ekspektasi berakhirnya program stimulus Federal Reserve AS. Data Kamis merupakan perbaikan secara tajam dari 6,3 persen yang terlihat pada periode yang sama 2012, Badan Koordinasi Statistik Nasional mengatakan, sementara hal itu juga menandai pertumbuhan kuartal ke empat berturut-turut di atas 7,0 persen. Perekonomian saat ini berkembang lebih cepat dari negara Asia Tenggara lainnya , sementara hasil kuartal ke dua sejalan dengan pertumbuhan di kekuatan regional China. Perencanaan Sosial Ekonomi Sekretaris Arsenio Balisacan mengatakan berita itu menunjukkan bahwa pertumbuhan pada 2013 akan lebih tinggi dari yang diperkirakan. "Saya pikir kita mungkin akan melampaui target pertumbuhan 6,0-7,0 persen selama 2013. Apa yang kita harus pertahankan sekarang adalah investasi dalam rangka menciptakan pekerjaan yang berkualitas," katanya kepada wartawan . "Kami berada dalam posisi yang lebih baik daripada beberapa negara berkembang lainnya," katanya. Komentarnya muncul karena Filipina - seperti halnya beberapa pasar negara berkembang di seluruh dunia - melihat arus uang yang besar telah dipompa ke dalam ekonomi tersebut selama setahun terakhir karena The Fed mempertahankan suku bunga sangat rendah. Penarikan asing nampaknya telah menyebabkan kemerosotan dalam beberapa pekan terakhir dan mata uang mereka jatuh. Peso telah jatuh sekitar 8,5 persen terhadap dolar sejak Mei . Tapi sementara itu Balisacan mengatakan ekonomi tersebut telah dipengaruhi oleh kekhawatiran atas program stimulus Fed, katanya seraya menambahkan, "Adalah penting untuk mengenali volatilitas yang sebagian besar disebabkan oleh faktor eksternal," katanya. Hal ini juga membawa pertumbuhan PDB dalam enam bulan pertama 2013 sampai 7,6 persen, dibandingkan dengan 6,4 persen pada periode yang sama 2012. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026