
PGN: Masyarakat di Riau harus Bersabar

Pekanbaru, (Antara) - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) meminta calon pelanggan rumah tangga di Riau harus bersabar lebih lama karena terbatasnya pasokan gas, sehingga PGN terlambat dalam menyalurkan. "Untuk pelanggan masyarakat, kuncinya berada di pasokan gas yang diterima PGN. Bila sudah ada kejelasan, maka masyarakat bisa langsung dilayani," ujar General Manager Strategic Business Unit III PGN Sumatra Bagian Utara (Sumbagut), Mugiono, Selasa. Menurut dia, pasokan gas yang diterima PGN Sumbagut meliputi Sumatera Utara, Kepulauan Riau dan Riau belum ada kejelasan atau masih dalam status krisis pasokan. Sampai saat ini, PGN hanya memasok kebutuhan gas di Riau pada tiga perusahaan yang per harinya membutuhkan sekitar 19 standar metrik kaki kubik per hari (mmscfd). Terdiri dari 16 sampai 17 mmscfd untuk PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) dan dua mmscfd untuk Pertamina meliputi Pertamina Lirik di Indragiri Hulu serta Pertamina Ukui di Pelalawan. "Bila sudah ada kejelasan pasokan gas, maka mulai dibangun infrastruktur. Tapi karena ketersediaan pasokan yang terbatas, maka untuk industri di Riau kami batasi. Apalagi untuk pelanggan rumah tangga," katanya. Kepala Area PGN Pekabaru Wendi Purwanto menambahkan saat ini pelanggan PGN di Riau memiliki empat perusahaan seperti PT IKPP, kemudian Pertamina Lirik, lalu Pertamina Ukui dan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). "Untuk RAPP di Kabupaten Pelalawan, gas PGN sudah tidak mengalir karena perusahaan tersebut berhenti berlangganan sejak tahun 2009 dan mereka menggunakan gas dari pemasok lain," katanya. Saat ini pelanggan PGN di Riau untuk komersil yang terdiri dari hotel, restoran, rumah makan dan pelanggan rumah tangga, belum dilayani karena keterbatasan pasokan dan jaringan. "Di Sumatra Utara kami memiliki pelanggan rumah tangga sekitar 18.000 rumah. Kemudian di Batam, Kepulauan Riau, dengan jumlah pelanggan sekitar 300 rumah," ucapnya. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
