
Bukittinggi gelar Pawai Obor dan Renungan Suci di malam Kemerdekaan HUT RI

Bukittinggi, (ANTARA) - Kota Bukittinggi, Sumatera Barat melaksanakan rangkaian kegiatan di malam kemerdekaan, Pawai Obor dan acara sakral Renungan Suci dilakukan menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI).
Upacara Kehormatan Renungan Suci HUT RI dilaksanakan dengan khidmat di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bhakti dipimpin Komandan Kodim 0304 di Gulai Bancah setelah Pawai Obor dilepas Kapolres Bukittinggi pada Selasa (16/08) malam.
Upacara Taptu atau Pawai Obor HUT RI berlangsung di Jalan Jendral Sudirman depan tribun lapangan kantin tersebut diikuti peserta terdiri dari pasukan TNI-POLRI, Kepala SKPD Kota Bukittinggi dan siswa siswi sekolah menengah, serta Pramuka Saka Bhayangkara Polres Bukittinggi.
Dandim 0304 Agam, Letkol. Czi. Renggo Yudi Ariesko yang bertindak sebagai Inspektur upacara kehormatan dan renungan suci menyatakan penghormatan tertinggi atas gugurnya para pahlawan yang berjuang di sekitar Bukittinggi dan Agam.
"Kami menyatakan hormat yang sebesarnya pada satu orang Pahlawan Nasional dan ratusan pejuang yang gugur yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bhakti ini, atas keikhlasan dan kesucian pengorbanan demi negara dan bangsa," kata dia.
Ia menyebutkan sebanyak 252 orang TNI Angkatan Darat, delapan orang Kepolisian, 25 orang Badan Pejuang, 23 orang Pejuang Sipil, 17 orang Pahlawan Tak Dikenal dikuburkan di tempat itu.
Renungan suci ini dilaksanakan dengan mengheningkan cipta, disertai pemadaman lampu di TMP Kusuma Bhakti, dan penyalaan obor.
Upacara juga diikuti Wali Kota, Wakil Wali Kota, Unsur Forkopimda, Sekda, Asisten dan seluruh Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi.
Upacara Kehormatan Renungan Suci bertujuan untuk mengenang para jasa para Pahlawan yang telah gugur saat merebut dan mempertahankan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kepala Kesbangpol Kota Bukittinggi, Nenta Oktavia mengatakan kegiatan ini bisa terlaksana dengan maksimal setelah sebelumnya peserta dibatasi karena pengetatan aturan setelah pandemi COVID-19.
"Renungan suci tahun lalu kita laksanakan dengan peserta yg terbatas, tahun ini bisa lebih maksimal, makna renungan suci tentunya sebagai pengingat akan dari perjuangan pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan," pungkas Nenta. (*)
Pewarta: Al Fatah
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
