Logo Header Antaranews Sumbar

Dinas Pertanian perketat pengawasan sapi yang masuk ke Padang

Rabu, 25 Mei 2022 17:37 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pertanian Padang Syahrial Kamat. (Antara/Ikhwan Wahyudi)

Padang (ANTARA) - Dinas Pertanian Kota Padang, Sumatera Barat, memperketat pengawasan sapi yang masuk ke kota itu dalam rangka mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku pada hewan.

"Setiap hewan yang masuk ke Padang harus dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan hewan dan dilakukan pemeriksaan secara ketat," kata Kepala Dinas Pertanian Kota Padan Syahrial Kamat di Padang, Rabu.

Menurut dia, untuk sementara pihaknya tidak menerima sapi dari daerah terjangkit seperti Sijunjung, Padang Pariaman dan Agam.

"Selain itu petugas akan melakukan pemeriksaan secara langsung karena bisa saja di daerah asal sapi dalam kondisi sehat di perjalanan sakit," ujarnya.

Dinas Pertanian juga sudah membekali para penyuluh peternakan agar bisa mengenali hewan yang mengalami penyakit mulut dan kuku termasuk bagaimana pola penyebarannya.

"Setelah itu penyuluh akan menyosialisasikan kepada peternak," kata Syahrial.

Pihaknya juga mengundang semua pedagang ternak di Padang terutama lintas kabupaten kota termasuk pedagang yang menjual untuk hewan kurban.

"Tujuannya memastikan tidak mendatangkan sapi dari daerah yang sudah terjangkit penyakit mulut dan kuku," katanya.

Ia menyampaikan bila ada yang terdampak akan dilakukan isolasi dan disarankan jika ada sapi yang baru datang dari luar tidak disatukan dengan sapi lainnya.

"Kami juga akan membentuk Satgas unit reaksi cepat penyakit mulut dan kuku terdiri atas penyuluh peternakan, dokter hewan hingga kepala bidang serta mendirikan posko layanan dan pengaduan," kata dia.

Jika kondisi memburuk maka pihaknya akan melibatkan petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan memastikan pemeriksaan hewan yang masuk ke Padang.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak perlu panik karena untuk stok hewan kurban masih mencukupi didatangkan dari daerah yang belum terpapar penyakit mulut dan kuku.

"Saat Idul Adha kebutuhan sapi kurban sekitar 7.000 ekor dan pihaknya akan melakukan pendataan berapa yang akan didatangkan dari luar Padang," kata dia.

Menjelang Idul Adha Dinas Pertanian juga membentuk tim yang mendatangi kandang penampungan untuk mengecek kondisi kesehatan hewan.

"Setelah diperiksa akan diberi label dengan kriteria sapi sehat dan sesuai dengan kriteria hewan kurban sehingga panitia kurban dan pengurus masjid sudah aman untuk membelinya," kata Syahrial.



Pewarta:
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026