Logo Header Antaranews Sumbar

Anggota DPR-RI Andre Rosiade minta pengawasan solar bersubsidi diperketat

Jumat, 1 April 2022 15:32 WIB
Image Print
Anggota -RI Andre Rosiade saat mengunjungi salah satu SPBU di Padang, Jumat (1/4). (Antarasumbar/Fathul Abdi)
Pertamina telah menjanjikan bahwa kebutuhan solar bersubsidi untuk Sumbar akan terus dipenuhi,

Padang (ANTARA) - Anggota DPR-RI asal Sumatera Barat (Sumbar) dari Partai Gerindra, Andre Rosiade meminta agar penyaluran solar bersubsidi diperketat untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak tersebut.


"Pertamina telah menjanjikan bahwa kebutuhan solar bersubsidi untuk Sumbar akan terus dipenuhi, oleh karena itu fungsi pengawasan harus dilakukan dengan ketat," kata Andre Rosiade usai mengunjungi sejumlah SPBU di Padang, Jumat.


Jangan sampai, katanya solar bersubsidi yang telah digelontorkan oleh Pertamina itu salah sasaran dan dinikmati oleh pihak-pihak yang tidak berhak sebagai penerima sebagaimana ketentuan Perpres 191 tahun 2014.


Ia menilai pemerintah provinsi serta aparat penegak hukum (APH) seperti kepolisian, kejaksaan hingga TNI harus turun tangan untuk mengantisipasi serta menindak segala bentuk penyimpangan solar bersubsidi.


"Jangan sampai solar bersubsidi malah dinikmati oleh yang tidak berhak sebagai penerima seperti truk dengan roda lebih dari enam, truk sawit dan batubara, atau industri lain yang tidak dibenarkan," jelasnya.


Hal itu mengingat disparitas harga antara solar bersubsidi dengan non subsidi yang cukup tinggi hingga lebih Rp8 ribu per liter, sehingga rawan penyimpangan.


Ia mengatakan ketika solar langka maka yang merasakan dampaknya adalah masyarakat sebagai pengguna solar subsidi, serta masyarakat lain yang kena imbas dari antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Utama (SPBU).


"Pertamina butuh dukungan dari berbagai pihak untuk memastikan solar subsidi ini tepat sasaran, tidak bisa hanya dengan spanduk berisi himbauan," katanya.


Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution yang membutuhkan dukungan pengawasan terhadap penyaluran solar bersubsidi.


Ia mengatakan dalam seminggu terakhir pihak Pertamina telah menambah pasokan solar bersubsidi hingga lima persen dari kuota normal, bahkan di hari tertentu mencapai 10 persen untuk memenuhi kebutuhan di Sumbar.


Pertamina berkomitmen bahwa pihaknya akan terus menambah kebutuhan solar bersubsidi itu dengan catatan harus dibarengi dengan pengawasan bersama di lapangan.


Jika pengawasan tidak dilakukan secara maksimal maka penambahan kuota yang dilakukan akan percuma karena akan tetap terjadi kekurangan stok.




Pewarta:
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2026