Logo Header Antaranews Sumbar

Korban meninggal dunia akibat gempa di Pasaman Barat bertambah jadi enam orang

Senin, 28 Februari 2022 14:15 WIB
Image Print
Korban gempa di Simpang Tibo Abu Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat masih mengungsi di tenda hingga Senin (28/2) karena rumah mereka terdampak gempa. (Antarasumbar/Altas Maulana)
Ada penambahan satu korban jiwa akibat gempa,

Simpang Empat (ANTARA) - Korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat bertambah menjadi enam orang sampai, Senin (28/2).


"Ada penambahan satu korban jiwa akibat gempa. Dengan demikian jumlah korban meninggal menjadi enam orang hingga saat ini," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pasaman Barat, Edi Murdani di Simpang Empat, Senin.


Ia mengatakan satu orang tambahan yang meninggal dunia atas nama Endra Watib (51) warga Jorong Lubuk Landua Kecamatan Pasaman.


Ia meninggal dunia pada Minggu (27/2) sekitar pukul 07.45 WIB. Pasien merasa pusing setelah gempa dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Yarsi lalu meninggal dunia pada Minggu.


Sebelumnya lima orang meninggal dunia yakni adalah Asri Dewi Lestar (24) warga Jembatan Panjang, Fatih (2) warga Jembatan Panjang Nevi Herawati (47) warga Pasa Lamo Kajai, Anismar (70) warga Kajai dan Lawiyah (70) warga Kampuang Pasia Nagari Kajai Kecamatan Talamau.


Sementara Pemkab Pasaman Barat masih terus melakukan pendistribusian logistik ke korban gempa dan tenda pengungsian yang tersebar di Kecamatan Talamau dan Kinali.


Untuk korban gempa yang ada di tenda pengungsian utama di halaman kantor bupati mayoritas masih bertahan karena masih trauma gempa susulan dan longsor Gunung Talamau.


"Jumlah pengungsi di posko utama sekitar 2.800 orang dan sebagian telah kembali ke rumah," katanya.


Sedangkan pengungsi lainnya masih bertahan di tenda-tenda sekitar Kecamatan Talamau. Total pengungsi secara keseluruhan mencapai 10.700 orang.


Dampak gempa dari data sementara selain korban meninggal dunia, juga ada puluhan orang luka-luka dan sekitar 500 lebih rumah mengalami kerusakan.




Pewarta:
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2026