Logo Header Antaranews Sumbar

Perayaan Cap Go Meh di Padang dibatalkan untuk antisipasi Omicron

Senin, 24 Januari 2022 19:20 WIB
Image Print
Calender of event 2022 Sumbar. (ANTARA/Miko Elfisha)

Padang (ANTARA) - Perayaan Cap Go Meh di Kota Padang yang menjadi agenda pariwisata pertama pada 2022 dibatalkan sebagai antisipasi penyebaran COVID-19 varian Omicron di Sumatera Barat, kata Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Novrial.

"Informasi terakhir perayaan ini memang dibatalkan sebagai langkah antisipasi penyebaran varian Omicron. Kita hormati kebijakan yang diambil penyelenggara ini," kata dia di Padang, Senin.

Ia mengatakan pada 2021 sebagian agenda pariwisata sebenarnya sudah mulai digelar di Sumbar dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Sebagian digelar dengan memanfaatkan teknologi informasi atau secara daring. Pada 2022 diharapkan agenda pariwisata akan bisa dilaksanakan lebih leluasa.

"'Event' (kegiatan) adalah salah satu tonggak pariwisata. Karena itu, pelaksanaannya meski secara daring penting untuk dilakukan untuk menjaga posisi Sumbar sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Indonesia," katanya.

Dengan melihat perkembangan kasus corona varian Omicron yang terus meningkat, katanya, ke depan program pariwisata Sumbar pada 2022 akan mengacu dan mempertimbangkan instruksi Mendagri dan izin dari Satgas COVID-19 masing-masing daerah pelaksanaan acara.

"Meski kita berharap semua 'event' yang telah masuk kalender 'event' 2022 bisa terlaksana, tetapi kita akan tetap mengacu kepada aturan yang ada," katanya.

Perayaan Cap Go Meh Bazaar Imlek, sesuai kalender kegiatan Sumbar, dilaksanakan pada 28 Januari 2022. Kegiatan itu merupakan program pertama yang digelar di Sumbar pada 2022.

Selain Cap Go Meh, pada Januari 2022 juga dijadwalkan sejumlah kegiatan, di antaranya Pentas Seni Anak Nagari Kabupaten Sijunjung, Pasar Van Der Capellen Kabupaten Tanah Datar, dan Pacu Jawi Kota Payakumbuh.

Ketua Bidang Operasional Himpunan Tjinta Teman (HTT) Albert Indra Lukman mengatakan sejak awa,l penyelenggara sudah merencanakan perayaan tersebut, namun karena adanya perkembangan kasus corona varian Omicron maka dikhawatirkan kegiatan itu menjadi klaster penularan virus.

"Karena itu penyelenggaraan mengambil kebijakan untuk membatalkan perayaan Cap Go Meh yang melibatkan massa dalam kegiatan seperti peragaan, atraksi, pasar murah di ruang terbuka," katanya.

Akan tetapi, kegiatan Imlek yang sifatnya spiritual tetap dilaksanakan di daerah itu.



Pewarta:
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026