Penanaman dan Pengembangan Pakan Ternak Rumput Gajah di Kelompok Batu Kalang Indah, Nagari Ampang Pulai Pesisir Selatan

id PkM Unand, pakan sapi

Penanaman dan Pengembangan Pakan Ternak Rumput Gajah di Kelompok Batu Kalang Indah, Nagari Ampang Pulai Pesisir Selatan

Penanaman Dan Pengembangan Pakan Ternak Rumput Gajah Di Kelompok Batu Kalang Indah , Di Nagari  Ampang Pulai Pesisir Selatan.   (ANTARA/ist)

Painan (ANTARA) - Salah satu aspek penting tingginya produktivitas ternak khususnya Ruminansia seperti sapi dan kambing yakni ketersediaan hijauan pakan atau rumput untuk menunjang kehidupannya.

Akan tetapi ketersediaan rumput yang berkualitas ini akan berbeda-beda di setiap daerah di Indonesia, tidak terkecuali di Sumbar.

Kabupaten Pesisir Selatan yang secara topografi terletak di pinggir pesisir Samudera Indonesia, ketersediaan rumput berkualitas bagi ternak seperti Rumput Gajah atau Pennisetum purpureum masih minim. Sementara petani atau peternak setempat banyak yang membudidayakan ternak Ruminansia seperti sapi dan kambing.

Tentunya untuk meningkatkan kualitas ternak sekaligus produktivitasnya diperlukan asupan rumput yang berkualitas. Salah satu caranya yakni dengan melakukan penanaman rumput di daerah sentra ternak dan memberikan penyuluhan kepada peternak setempat.

Hal inilah yang dilakukan oleh dosen Universitas Andalas yang tergabung dalam Tim PKM Unand. Tim PKM ini melaksanakan Kegiatan penanaman dan pengembangan pakan ternak Rumput Gajah (Pennisetum polystachion) di Kelompok Batu Kalang Indah , Nagari Ampang Pulai Kecamatan XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan.

Tim ini diketuai oleh Dr. Ir. Tinda Afriyani, MP, dengan anggota yakni Dr. Juniarti, SP, MP , Nofrita Sandi, SP, MP ,Ir. Oktanis Emalinda, MP ,Dr. Ir. Teguh Budi Prasetyo, MS , dan Dr. P.K Dewi Hayati.

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada Tanggal ,18 November 2021,bertempat di Tanah Percontohan Kelompok Batu Kalang Indah, Pesisir Selatan.

Pelaksanaan penanaman rumput ini dihadiri oleh Walinagari, perwakilan dari Dinas Pertanian yang diwakili oleh kepala bidang Peternakan Pesisir Selatan serta hadir juga Kepala Cabang Bank Nagari Painan.

Secara garis besar tujuan kegiatan PKM ini untuk memberikan pengetahuan kepada peternak bahwa pentingnya ketersediaan hijauan untuk pakan ternak untuk meningkatkan produktivitas dari ternak.

Sedangkan manfaatnya dalam rangka mendapatkan hasil hijauan yang baik untuk dijadikan hijauan makanan ternak yang dapat menunjang peningkatan produktivitas dari ternak sapi yang ada di Kelompok Batu Kalang Indah serta seluruh peternak yang ada di Pesisir selatan . Selanjutnya penanaman rumput ini untuk dijadikan sentra bibit rumput unggul sebagai hijauan makanan ternak .

Sementara itu dalam proses penanaman , setelah tanah rata dibuat lubang tanam dengan ukuran 20 cm x 20 cm (biasanya selebar mata cangkul) kedalamannya sekitar 20-25 cm.

Kemudian setelah lubang tanam siap, dimasukkan pupuk kandang ke dalam lubang sekitar 0,5 kg, dan dicampur dengan tanah sehingga lubang tanam terisi penuh.

Pada tanah masam (pH 4-5,5 ) perlu pengapuran dengan menggunakan kapur pertanian (kaptan) dengan takaran yang disesuaikan dengan kemasaman tanahnya.

Dalam penanamannya dilakukan dengan stek. Stek yang akan ditanam adalah batang yang tidak terlalu muda, potongpotong sepanjang 20-30 cm, sehingga terdapat 2 sampai 3 buku (ruas) setiap potongannya.

Stek batang ditanam miring dengan posisi 30-40 derajat dengan 1-2 buku masuk ke dalam tanah dan satu buku ada di atas permukan tanah.

Satu lubang tanam ditanami dua stek. Setelah penanaman diusahakan agar rumput yang baru ditanam mendapat pengairan pada hari yang sama kalau tidak turun hujan harus disiram.

Panen pertama rumput gajah dilakukan pada umur 90 hari pasca-tanam. Panen selanjutnya 40 hari sekali pada musim hujan dan 60 hari sekali pada musim kemarau.

Agar dapat dikonsumsi ternak, peternak dapat memotong rumput yang paling efektif yakni dengan tinggi dari permukaan tanah kira-kira 10–15 cm.

Dalam hal ini produksi hijauan rumput gajah antara 100-200 ton rumput segar per hektar per tahun. Sedangkan peremajaan tanaman tua dilakukan setelah 4-6 tahun untuk diganti dengan tanaman yang baru.

Tentunya selain menanam peternak di Kelompok ini juga telah diberikan pengetahuan dan pemahaman terkait Rumput Gajah.

Secara garis besar rumput Gajah merupakan tanaman rumput-rumputan yang berperan dalam pengawetan tanah dan air, dapat berfungsi ganda yaitu berkemampuan untuk membantu mencegah berlangsungnya erosi dan dapat pula bermanfaat bagi hijauan makanan ternak.

Dikatakan demikian karena tanaman rumput-rumputan dapat tumbuh dengan cepat sehingga dalam waktu pendek tanah telah dapat tertutupi oleh tanaman tersebut secara rapat dan tebal. Kemudian memiliki bagian atas dari tanaman (daun-daunan) mampu melindungi permukaan tanah dari percikan air hujan dan memperlambat aliran permukaan;

Pada bagian bawah tanaman (perakaran) dapat memperkuat resistensi tanah dan membantu melancarkan infiltrasi air ke dalam tanah.

Pertumbuhannya yang relatif cepat dalam waktu yang pendek serta peranan daun-daun dan perakarannya terhadap erosi, maka pembudidayaan rumput gajah dapat menjadi pilihan yang bijaksana dan menguntungkan.

Rumput Gajah atau disebut juga rumput napier, merupakan salah satu jenis hijauan pakan ternak yang berkualitas dan disukai ternak.

Rumput gajah dapat hidup di berbagai tempat (0 – 3000 dpl), tahan lindungan, respon terhadap pemupukan, serta menghendaki tingkat kesuburan tanah yang tinggi.
Penanaman Dan Pengembangan Pakan Ternak Rumput Gajah Di Kelompok Batu Kalang Indah , Di Nagari Ampang Pulai Pesisir Selatan. (ANTARA/ist)
Rumput gajah tumbuh merumpun dengan perakaran serabut yang kompak, dan terus menghasilkan anakan apabila dipangkas secara teratur.

Pentingnya hijauan untuk pakan ternak sapi karena kebutuhan sapi akan hijauan adalah sebesar 10 persen dari Berat badan, Bagian yang dapat dicerna dari rumput gajah yaitu : Bahan kering Protein kasar = 10.19 Serat Kasar = 34.15 Lemak = 1.64 Abu = 11.73 dan .

Rumput Gajah (pennisetum purpureum) adalah rumput berukuran besar dan mengandung nutrisi tinggi, biasanya dipakai sebagai pakan ternak seperti sapi, kambing atau gajah.

Ketahanan rumput gajah dari cuaca panas adalah kelebihan yang jarang di dapat dari tanaman sejenis lain.

Rumput gajah membutuhkan waktu 60 hari agar bisa di panen dan dijadikan pakan ternak sapi. Waktu sekitar dua bulan tersebut akan efektif jika rumput gajah cukup dalam air dan nutrisi.

Jika memiliki lahan yang kurang produktif, rumput gajah bisa dijadikan alternatif agar lahan yang tidak produktif tersebut menjadi produktif.

Rumput Gajah membutuhkan Sinar matahari penuh atau minimal 40%. Rumput ini dapat tumbuh di daerah dengan miskin nutrisi.

Ada beberapa jenis rumput gajah, namun kita dapat melihat morfologi rumput gajah antara lain tumbuh tegak lurus, tinggi tanaman dapat mencapai 7 meter, berbatang tebal dan keras, daun panjang, dan berbunga seperti es lilin.

Kandungan gizi rumput gajah terdiri atas 19,9% bahan kering; 10,2 % protein kasar; 1,6% lemak; 34%,2 serat kasar; 11,7% abu. Kandungan ini akan sangat dibutuhkan oleh ternak ruminansia seperti sapi atau kerbau.

Pengolahan tanah untuk rumput gajah sebaiknya dilakukan menjelang atau pada awal musim hujan. Tanah yang sudah bersih/bebas dari tumbuhan liar khususnya semak-semak berkayu dibajak/dicangkul untuk membalikan tanah dan diratakan.

Adapun sasaran kegiatan/orang terlibat: Kelompok Ternak Batu Kalang Indah dan semua peternak yang membutuhkan bibit rumput untuk Hijauan Makanan Ternak

Kegiatan pengabdian ini berasal dari Sumber pendanaan : Dana PNBP dengan nomor kontrak Nomor : T/40/UN.16.17/ PT.PKM.MUD/ 2021 Tanggal 10 september 2021.

*)Penulis : Tim PkM Unand

Dr. Ir. Tinda Afriyani, MP, Dr. Juniarti, SP, MP , Nofrita Sandi, SP. MP , Ir. Oktanis Emalinda, MP ,Dr. Ir. Teguh Budi Prasetyo, MS dan Dr. P.K Dewi Hayati.
Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2021