Kalio kentang antarkan Petani Tanah Datar ke babak selanjutnya Masterchef Indonesia

id mastercheef indonesia, adi

Kalio kentang antarkan Petani Tanah Datar ke babak selanjutnya Masterchef Indonesia

Tangkapan layar Adi memasalk kalio kentang. (Antara/RCTIplus.com)

Padang (ANTARA) - Perjuangan Suhaidi Jamaan (41) petani asal Pariangan, Tanah Datar terus berlanjut di kompetisi memasak Masterchef Indonesia sesi ke delapan yang ditayangkan di RCTI.

Memasuki bootcamp stage, pada tantangan pertama semua kontestan berkompetisi mengadu keterampilan memotong bahan makanan dengan pisau.

Jenis makanan yang dipotong adalah wortel dan seledri yang harus dipotong sesuai dengan ukuran yang telah ditetapkan juri.

Begitu tiga juri mempersilahkan semua peserta mulai hanya berselang 10 menit Adi langsung mengangkat tangan dan menyatakan sudah menyelesaikan tugas memotong wortel dan seledri.

Ia pun disuruh ke depan membawa lima mangkok hasil potongannya dan ternyata menurut juri tiga mangkok sudah benar dan dua lagi perlu diperbaiki.

Hanya butuh waktu lima menit Adi kembali ke depan dan memperlihatkan hasil potongannya dan ternyata juri menyatakan sudah sesuai sehingga Adi menjadi orang pertama yang berhasil menyelesaikan tantangan.

Tantangan selanjutnya yang dihadapi Adi dan peserta lainnya adalah mystery box yang berisikan bahan makanan yang harus dimasak oleh para peserta.

Isi dari mysteri box ternyata ada enam jenis beras, beras singkong, beras jagung, beras coklat, beras ketan putih, beras merah dan beras sorghum putih.

Tugas dari peserta yaitu menggunakan salah satu beras tersebut dan mengolahnya untuk menjadi highlight dari hidangan yang dimasak oleh peserta.

Pada tantangan kedua setelah pada tantangan pertama tidak ada pemenangnya, para peserta harus memasak bahan utama yang berasal dari umbi-umbian dengan waktu memasak empat puluh lima menit.

Pada tantangan ini Adi memasak singkong platter yang menggabungkan lima komponen bahan olahan singkong di dalam hidangannya.

Ketika mempresentasikan hasil hidangan kepada juri Adi kembali membuat para juri tertawa karena bingung dengan penyebutan hidangan yang ia buat.

Dengan hidangan tersebut Adi mendapatkan banyak komentar negatif karena tidak terkonsep.

"Ada banyak yang bisa dikomen disini sebenarnya, sebelum membuat satu hidangan coba buat pikirin, setidaknya setiap hidangan itu harus ada konsepnya," ujar Chef Renata.

Ia menambahkan hidangan Adi tidak fokus karena memiliki lima komponen.

"Rencana mau membuat snack," ungkap Adi.

Sementara Chef Juna memuji balado yang Adi buat, tapi menurutnya hidangan yang Adi buat bukan untuk berkompetisi dan tidak memiliki konsep yang baik.

Karena hidanganya tersebut Adi masuk ke pressure test bersama dengan 5 peserta lainnya yang kurang maksimal dalam tantangan kedua.

Pada babak presure test ketiga juri meminta para peserta untuk membuat hidangan yang berbahan dasar kentang dan diberiakan waktu memasak selama enam puluh menit.

Adi pun menyajikan hidangan kentang gulai kalio, gulai udang dan kentang goreng yang mendapat pujian dari juri dan peserta lainnya.

"Kentang goreng tidak diperlukan biarpun kematangannya baik, tumis sayuran matang dengan baik flavour was good, hanya warna dari gulai sendiri sedikit butek dan seasoningnya masih bisa lebih berani lagi," ujar chef Renata.

Karena hidangan yang baik Adi pun menjadi orang pertama yang aman dari pressure test dan lanjut ke babak selanjutnya di Masterchef Indonesia.

Baca juga: Petani Tanah Datar lolos audisi Masterchef Indonesia, "seharusnya Chef Renata panggil mamak ke saya"

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar