Harga cabai merah turun jadi Rp22 ribu per kilogram di tingkat petani

id Berita solok, berita sumbar, harga cabai turun

Harga cabai merah turun jadi Rp22 ribu per kilogram di tingkat petani

Harga cabai merah di kalangan petani berangsur naik (Antara/Etri Saputra)

Arosuka (ANTARA) - Harga cabai tingkat petani di Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat turun menjadi Rp22.000 per kilogram dibandingkan harga sebelumnya mencapai Rp40.000 per kilogram.

Seorang petani Reina (39) di Alahan Panjang, Sabtu mengatakan turunnya harga cabai ini sudah berlangsung sejak seminggu terakhir dan penurunan ini membuat petani di daerah itu lesu.

"Apa lagi di tengah Ramadhan 1442 Hijriah ini kebutuhan semakin meningkat, namun harga hasil pertanian malah menurun di pasaran," ujar dia.

Penurunan harga cabai itu disebabkan karena pasokan cabai merah dari petani melimpah. Sementara daya beli masyarakat mulai berkurang sejak Ramadhan.

"Saat ini petani di Alahan Panjang mulai banyak bertanam cabai sejak harga cabai naik, namun mungkin karena sekarang Ramadhan, jadi kebutuhan masyarakat mulai berkurang sehingga menyebabkan harga cabai turun," kata dia.

Selain cabai, petani lainnya Yuldi Chaniago (49) menyebutkan beberapa komoditas lainnya juga mengalami penurunan harga seperti bawang merah turun menjadi Rp20.000 per kilogram dari sebelumnya Rp28.000 per kilogram.

"Turunnya harga bawang ini, kabarnya disebabkan karena petani bawang dari Jawa (Berebes) tengah panen raya," ucapnya.

Selain itu, Yuldi mengatakan biasanya bawang hasil panen miliknya dijual ke tauke bawang di Alahan Panjang yang berjualan ke daerah Pekan Baru, Medan, Padang, dan Jambi.

Ia juga menyebutkan beberapa sayuran lainnya berupa tomat mengalami penurunan harga menjadi Rp3.000 dari sebelumnya Rp4.000 per kilogram, kubis turun menjadi Rp2.500 dari Rp3.000 per kilogramnya," ujar dia.

Kentang juga mengalami penurunan harga menjadi Rp7.500 per kilogram dari harga sebelumnya Rp8.000 per kilogram.

"Saya berharap penurunan harga sayuran tersebut tidak berlangsung lama," ujar dia.

Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar