
Ribuan Pekerja Turki Protes Penindasan Polisi di Taman Gezi

Ankara, (Antara/Xinhua-OANA) - Saat serikat pekerja Turki mogok kerja pada Rabu (5/6), ribuan pekerja lain berkumpul di Bundaran Kizilay di Ankara, guna memprotes penindasan oleh polisi atas kerusuhan di Taman Gezi. Konfederasi Serikat Pekerja Progresif (D SK), Konfederasi Serikat Pekerja Masyarakat (KESK), Ikatan Dokter Turki (TTB) dan Uni Chamber Aristek dan Insinyur Turki (TMMOB) serta anggota partai politik sayap-kiri, organisasi masyarakat sipil, menyampaikan solidaritas mereka buat demonstrasi Taman Gezi, yang dimulai dengan protes-duduk tapi kemudian menjadi pertemuan terbuka anti-pemerintah di seluruh Turki. "Orang yang telah mengklaim tanah mereka, air mereka dituduh sebagai bandit. Orang yang mencari kebebasan demokrasi digambarkan sebagai perampok," kata Sekretaris Jenderal KESK Ismail Hakki Tombul kepada kelompok pemrotes. Ia menggambarkan pemerintah memiliki pengertian sebagai "saya memiliki lebih banyak suara di kota suara. Jadi saya bisa melakukan apa yang saya ingini". Protes massa adalah petunjuk mengenai tekanan pemerintah atas warga, kata Tombul. Ia mendesak pemerintah agar menerapkan hukum terhadap para gubernur dan kepala polisi kota besar tempat polisi melakukan penindasan atas pemrotes, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis. Penyelenggara protes di Bundaran Taksim, yang bersejarah, di Istanbul, Turki, Rabu, mereka akan melanjutkan "perjuangan" mereka sampai tuntutan mereka dipenuhi oleh pemerintah melalui langkah nyata. Di dalam taklimat setelah pembicaraan dengan Wakil Menteri Bulent Arinc di Ankara pada Rabu, penyelenggara mengatakan mereka menuntut pemerintah segera melakukan tindakan guna memenuhi tuntutan mereka. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
