Logo Header Antaranews Sumbar

Pacu Terbang Itik Bisa Mendunia

Senin, 3 Juni 2013 20:50 WIB
Image Print
Pacu terbang itik. (Antara)

Payakumbuh, (Antara) - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar meminta Pemerintah Kota Payakumbuh untuk memelihara dan mengemas olahraga tradisional pacu terbang itik dengan serius dan profesional karena akan bisa mendunia oleh keunikannya. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Sapta Nirwandarsaat berada di Payakumbuh, Senin, menyebutkan pacu terbang itik itu diyakini akan mendunia, jika dikemas dengan baik. "Olahraga pacu terbang itik ini bisa mendunia jika sosialisasinya diperluas dengan memanfaatkan seluruh jasa travel dan media. Selain itu, olahraga itu juga sangat unik dan di dunia, hanya bisa ditemui di Luak Limopuluah," kata dia. Dia meyakini Payakumbuh suatu saat nanti akan menjadi ikon pariwisata dunia dengan pacu terbang itiknya. Turis-turis di belahan negara dunia akan berdatangan ke Payakumbuh, menyaksikan pacu terbang itik dengan kejauhan terbang sampai 3.000 meter. "Keunikannya ini, akan membuat turis kagum dengan olahraga rakyat ini. Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Payakumbuh bersama komunitas olahraga terbang itik diharapkan membuat kalender yang jelas setiap tahun," ujarnya. Menyikapi imbauan Wamenparekraf itu, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi mengaku sangat tertantang untuk melakukan pembenahan dalam mengembangkan olahraga tradisi tersebut. Menurut Wali Kota, untuk mengembangkan olahraga terbang itik, dia sudah perintahkan SKPD terkait, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Payakumbuh, membina olahraga tradisional tersebut secara khusus dengan melakukan kerjasama dengan pihak terkait, stakeholder dan public olahraga terbang itik yang ada di Payakumbuh. "Intensitas pembinaan yang profesional diharapkan akan mempercepat proses lebih terkenalnya olahraga ini di mancanegara," kata Riza. Tradisi pacu itik merupakan suatu budaya Payakumbuh yang sudah masuk agenda pariwisata. Pacu itik salah satu permainan anak nagari di kawasan Kanagarian Aur Kuning. Menurut sejarah, permainan ini lahir di tengah masyarakat Kanagarian Aur Kuning. Mereka memiliki daerah persawahan yang bertingkat yang berada di daerah perbukitan. Itik yang diperlombakan adalah itik yang khusus berusia antara 4-6 bulan. Keunikan dari perlombaan ini adalah pada tempat penyelenggaraan yang bukan dilakukan di sungai atau kolam melainkan di udara. Kecepatan terbang itik dengan jarak terbang yang telah ditentukan ada kelasnya, seperti 800 meter, 1.600 meter, dan 2.000 meter. Pemenangnya adalah itik yang dapat terbang di atas jalur yang ditentukan dan mencapai garis finis paling awal. (**/mko/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026