40 pasien meninggal selama satu tahun penanganan COVID-19 di Padang Pariaman

id covid-19 padang pariaman,berita padang pariaman,berita sumbar,Yutiardy Rivai

40 pasien meninggal selama satu tahun penanganan COVID-19 di Padang Pariaman

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, Yutiardy Rivai. (Antara/Humas)

Parit Malintang, (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat Yutiardy Rivai menyebutkan sudah 40 orang pasien positif COVID-19 meninggal dunia selama satu tahun penanganan pandemi tersebut di daerah itu.

"Hingga saat ini, jumlah pasien positif COVID-19 di Padang Pariaman tercatat 1.136 orang, isolasi mandiri 11 orang, isolasi Pemda 11 orang. Jumlah pasien meninggal 40 orang dan pasien sembuh 1.069 orang," kata dia di Parit Malintang, Rabu.

Hal tersebut disampaikan saat Humas dan Protokoler mengadakan Talkshow dengan tema "Satu tahun evaluasi penanganan COVID-19 di Kabupaten Padang Pariaman" di media center kantor Bupati Padang Pariaman.

Yutiardi mengungkapkan, kasus pertama COVID-19 di Padang Pariaman didapat pada 26 Maret 2020. Saat ini Padang pariaman masih berada dalam zona kuning, yang berarti zona dengan risiko rendah.

Ia juga mengatakan, pentingnya kesadaran akan bahaya virus COVID-19 dengan selalu menjaga 5 M, yaitu menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi aktivitas.

Dinas Kesehatan Padang Pariaman juga terus giat untuk selalu melakukan penyuluhan melalui media maupun penyuluhan langsung kepada masyarakat guna memutus rantai penyebaran COVID-19 di Kabupaten Padang Pariaman.

"Salah satu usaha pemerintah memutus mata rantai penyebaran COVID-19 yaitu dengan mengadakan vaksinasi," ujarnya.

Ia menyebutkan pada 1 Februari 2021, pihaknya telah sukses melakukan penyuntikkan vaksin tahap pertama khususnya untuk tenaga kesehatan dan pejabat esensial di lingkungan pemerintah.

Kemudian, untuk tenaga kesehatan sudah dilakukan suntik ke dua. Untuk tahap selanjutnya pihaknya akan mengadakan penyuntikan vaksin kepada ASN dan tenaga pengajar. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar