Laporan tenaga kesehatan Solok Selatan diduga terlibat politik praktis, Jasman: saya punya bukti

id jasman rizal,politik praktis,pilkada serentak,solok selatan

Laporan tenaga kesehatan Solok Selatan diduga terlibat politik praktis, Jasman: saya punya bukti

Penjabat Bupati Solok Selatan Jasman Rizal saat memberikan keterangan kepada awak media terkait banyaknya tenaga kesehatan diduga terlibat politik praktis, di Padang Aro, Senin (ANTARA/Erik Ifansya Akbar)

Padang Aro (ANTARA) - Penjabat sementara Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat Jasman Rizal mengaku menerima laporan banyak tenaga kesehatan diduga terlibat politik praktis.

"Ditangan saya berdasarkan laporan masyarakat diduga banyak tenaga kesehatan bermain politik praktis. Saya punya bukti berupa foto dan rekaman. Saya harap kedepan jangan lagi terulang," katanya di Padang Aro, Senin.

Untuk itu, dirinya pada hari ini ia mengumpulkan seluruh kepala Puskesmas, RSUD dan Dinas Kesehatan untuk memberikan peringatan agar tidak terulang lagi.

Dia mengatakan punya buktinya rekaman foto dam rekaman seorang ASN lengkap dengan seragam Puskesmas masuk kerumah warga dan menyuruh memilih salah satu calon.

"Banyak yang yang melapor kepada saya, saat ini akan diberikan pembinaan dulu dan ini peringatan pertama juga terakhir bagi ASN," ujarnya.

Dia mengaku menerima puluhan laporan terkait tenaga kesehatan terlibat politik praktis dan berharap setelah ini tidak terulang lagi.

Selain itu, imbuhnya juga ada tenaga kontrak daerah yang ikut berpolitik praktis dan membuat status di media sosial dengan tujuan memenangkan salah satu pasang calon.

ASN dan tenaga kontrak daerah diharapkan menjaga netralitas selama Pilkada dan kalau masih ada yang berpolktik praktis tunggu saja sanksinya.

"Jangan sampai gara-gara Pilkada masa depan kita sebagai ASN teraniaya jadi sebaiknya bersikap netral saja," ujarnya.

Dia menyebutkan bagi ASN yang masih berpolitik praktis sanksinya bisa saja teguran ringan hingga berat bahkan sampai pemberhentian.

Ia meminta partisipasi masyarakat untuk melaporkan ke Bawaslu kalau melihat ada ASN yang terlibat politik praktis.

Selain itu ia meminta Bawaslu juga tegas menindak ASN yang melanggar dan ia yakin banyak laporan masyarakat terkait netralitas ASN.

"Saya yakin banyak laporan masyarakat tetapi hasilnya apa dan sampai sekarang belum ada dan kami bisa menindak ASN kali ada putusan Bawaslu," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar