Logo Header Antaranews Sumbar

Pemprov Sumbar Berikan Pelatihan Budidaya Cabe Kopay

Jumat, 2 November 2012 06:12 WIB
Image Print
Tanaman cabe (ilustrasi)

Payakumbuh, (ANTARA) - Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat memberikan pelatihan teknis agrobisnis kepada petani dari 19 kota/kabupaten di provinsi itu selama sepekan, 1-7 November. Pelatihan tentang cabe kopay (cabe varietas unggul asal Payakumbuh) itu dilaksanakan di gedung Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Lamposi Tigo Nagori, Kamis, dan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi. Dalam kesempatan itu Wali Kota memberikan apresiasinya kepada Dinas Pertanian Sumbar yang memfasilitasi kegiatan pelatihan teknis agrobisnis tersebut. Dia berharap, pelatihan itu akan merangsang keinginan petani untuk membudidayakan cabe kopay guna meningkatkan kesejahteraan. "Saya juga berharap petani di Payakumbuh lebih terdorong lagi agar nanti jangan sampai cabe asal Payakumbuh ini lebih banyak dijumpai di daerah lain," tambah dia. Dia menyebutkan, saat ini di daerah itu masih terdapat lahan tidur maupun lahan pekarangan masyarakat yang belum dimanfaatkan. Dia mengimbau agar lahan itu ditanami cabe kopay. "Jika produksi cabe kopay ini sudah memadai, Pemkot Payakumbuh akan mengusahakan mendatangkan investor guna membangun industri berbasis bahan baku cabe kopay ke Payakumbuh," kata dia. Sementara itu, Kepala UPTD Balai Diklat Pertanian Tanaman Pangan dan Holtukultura Payakumbuh, Septiarman, menyatakan, tujuan utama pelatihan tersebut memang untuk memotivasi petani provinsi itu untuk bertanam cabe kopay, dalam rangka meningkatkan produksi cabe. "Kita menilai verietas cabe ini sangat potensial dikembangkan di Sumbar," katanya. Asisten II Sekretariat Kota Payakumbuh, Benni Warlis, mengatakan pelatihan yang diikuti 30 peserta itu, selain di BPP, juga akan banyak berada di areal pertanian milik Kelompok Tani Tunas Baru yang menemukan varietas cabe tersebut. Ketua Kelompok Tani Tunas Baru, Yondri mengaku senang petani se-Sumbar mau belajar tentang cabe kopay. (*/mko/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026