Pedagang di Pantai Padang yang memaki Wali Kota sampaikan permintaan maaf

id pedagang di pantai padang, wali kota padang, mahyeldi, berita padang, berita sumbar

Pedagang di Pantai Padang yang memaki  Wali Kota  sampaikan permintaan maaf

Pedagang Emi saat memyampaikan permintaan maaf didampingi mantan Anggota DPRD Padang Maidestal Hari Mahesa. (Antara/Istimewa)

Padang, (ANTARA) - Pedagang di kawasan Pantai Padang, Sumatera Barat (Sumbar) Emi (60) yang videonya viral saat memaki Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah karena ditegur berjualan di trotoar beberapa waktu lalu menyampaikan permintaan maaf.

Permintaan maaf tersebut ia sampaikan ketika bertemu dengan mantan Anggota DPRD Padang tiga periode (2004-2019) Maidestal Hari Mahesa, pada Jumat (7/8) malam.

"Ibu tersebut menyadari kesalahannya dan ingin meminta maaf, karena tidak tahu harus lewat siapa maka anaknya menelfon saya," kata Mahesa di Padang, Sabtu.

Pertemuan dan penyampaian maaf tersebut divideokan dengan durasi sekitar tiga menit dan diunggah pada akun facebook Mahesa.

Emi memberikan penjelasan atas kejadian yang viral itu, dan menyampaikan permintaan maafnya.

"Saya ingin minta maaf kepada bapak Wali Kota Padang, saya sudah melontarkan kata-kata yang tidak pantas ke bapak," ucapnya.

Dia mengaku malu atas tindakannya itu, hingga video yang memaki wali kota tersebar ke banyak orang khususnya di Kota Padang.

"Saat bertemu saya Buk Emi menyampaikan bahwa perekonomiannya susah, dagangannya tidak jalan sedangkan tanggungan anak dan cucu juga ada," kata Mahesa.

Dia juga berkeinginan untuk bisa bertemu dengan Mahyeldi secara langsung guna menyampaikan permintaan maaf.

Sebagai pedagang, Emi juga berharap Pemkot Padang mencarikan solusi bagi pedagang kaki lima sepertinya bisa tetap berusaha, terutama di tengah pandemi saat ini.

Mahesa menceritakan pertemuan dirinya dengan Buk Emi murni untuk memfasilitasi dan membantu menyelesaikan persoalan tersebut.

"Saya diminta bantu karena memang dalam tiga periode sebagai anggota DPRD Padang, Kelurahan Berok Nipah adalah salah satu basis suara saya," katanya.

Sebelumnya, beredar video di media sosial berisi tayangan ibu-ibu PKL mengucapkan kata-kata kasar dan tidak pantas dalam bahasa minang kepada Wali Kota Padang Mahyeldi.

Dalam video berdurasi sekitar 5 menit sebelas detik itu, PKL yang berjualan di atas trotoar pelataran Pantai Padang tersebut tidak rela ditegur oleh wali Kota Padang. Video tersebut juga beredar di beberapa grup WhatsApp pada Kamis (6/8).

Dalam video singkat itu Wali Kota Padang terlihat tengah berolahraga sepeda bersama ajudannya mengenakan pakaian olah raga berwarna hitam, memakai helm sepeda, dan memakai masker.

Wali kota tampak mendatangi PKL yang berjualan di Pantai Padang . Kemudian Mahyeldi menyapa dan menegur agar mereka tidak berjualan di atas trotoar karena melanggar aturan dan merupakan fasilitas umum untuk pejalan kaki.

Namun bukannya menerima, pedagang langsung memaki wali kota dengan menyampaikan yang dilakukan semata untuk bertahan hidup bukan mencari kekayaan.

Terkait video tersebut, Wali Kota Padang Mahyeldi ketika diwawancarai sebelumnya juga mengatakan telah memaafkan pedagang tersebut.

Baca juga: Wali Kota Padang dimaki saat tegur pedagang berjualan di trotoar, Mahyeldi : Saya maafkan

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar