Gegara pamer senjata dan viral di medsos, Bripda GAP diperiksa Propam

id Polisi viral di medsos,polisi pamer senjata,propam polda metro jaya,pamer pistol di medsos

Gegara pamer senjata dan viral di medsos, Bripda GAP diperiksa Propam

Seorang polisi menyerahkan pistol jenis revolver saat berlangsung pemeriksaan senjata api untuk mengantisipasi penyalahgunaan senjata api. FOTO ANTARA/Ari Bowo Sucipto/ss/am.

Jakarta (ANTARA) - Bripda GAP, anggota polisi yang dalam video di media sosial mengokang senjata lalu mengeluarkan perkataan "Pacarmu ganteng, kaya, bisa gini gak?", telah diperiksa oleh Propam Polda Metro Jaya.

"Sudah diperiksa oleh Propam Polda Metro Jaya untuk klarifikasi," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan, di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis.

Sebelumnya video Bripda GAP itu beredar di sosial media. Video berdurasi 4 detik itu sudah ditonton lebih dari 4,5 juta kali, di-retweet 10 ribu kali dan mendapat 40 ribu likes dengan berbagai komentar negatif.

Ramadhan menjelaskan, dari hasil pemeriksaan di Propam Polda Metro Jaya, Bripda GAP membuat video tersebut bersama satu rekannya yakni Bripda RI saat keduanya tengah melakukan tugas pengawalan terhadap perusahaan pengisian uang di mesin ATM.

"Sebelum melakukan pengawalan, Bripda GAP berinisiatif membuat video itu direkam oleh Bripda RI," ujar Ramadhan.

Ramadhan mengatakan, video yang dibuat pada 20 April 2020 itu langsung diunggah oleh Bripda GAP dalam status Whatsapp hanya untuk lelucon tanpa mengirimkan video tersebut ke siapa pun.

Namun tanpa diketahui oleh Bripda GAP, videonya beredar di sosial media dengan akun @kapansarjana_ yang pertama kali mengunggah di medsos Twitter.

Saat ini Bripda GAP telah melaporkan akun yang menyebarkan video tersebut di medsos kepada Rekrimsus Polda Metro Jaya.

Ramadhan menegaskan Bripda GAP merupakan anggota Unit 1 Subditgasum Direktorat Samapta Polda Metro Jaya.

"(Bripda GAP) bukan taruna Akpol seperti yang diberitakan media," ujar Kabagpenum.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar