Solok butuh cendera mata berkualitas, kenang-kenangan yang berkesan bagi wisata

id cendera mata wisata,pariwisata solok,Reinier

Solok butuh cendera mata berkualitas, kenang-kenangan yang berkesan bagi wisata

Generasi muda Kota Solok mengikuti pelatihan penerapan inovasi dan teknologi diversifikasi cendera mata berbahan resin di Solok, Kamis. (ANTARA/HO)

Solok (ANTARA) - Wakil Wali Kota Solok Reinier meminta para generasi muda untuk menciptakan cendera mata berkualitas sehingga saat kunjungan wisatawan semakin banyak ke Solok mereka mempunyai kenang-kenangan yang berkesan.

"Apabila hasil karya cendera mata saudara berkualitas bagus, beritahu kami agar bisa dipasarkan guna meningkatkan perekonomian masyarakat," ujarnya di Solok, Kamis.

Hal tersebut disampaikan saat membuka pelatihan penerapan inovasi dan teknologi diversifikasi cendera mata berbahan resin.

Kegiatan ini difasilitasi langsung oleh Balitbang Provinsi Sumatera Barat itu dengan jumlah peserta 25 orang dengan umur maksimal 40 tahun.

Reinier meminta Organisasi Perangkat Daerah, salah satunya Dinas Koperasi, Perdagangan dan UKM agar menyediakan tempat pemasaran hasil-hasil karya cendera mata yang telah dibuat.

"Jangan sampai kita hanya menyuruh membuat cindera mata, namun tidak memfasilitasi untuk menjual produk tersebut," ujarnya.

Ia menjelaskan pelatihan ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Ekonomi kerakyatan adalah ekonomi yang berlandaskan kekuatan rakyat, dengan bersama-sama dengan cara tradisional maupun modern mengelola ekonomi.

"Mudah-mudahan dengan pertemuan selama empat kali ini, bisa diambil hikmah dan ilmunya akan dimanfaatkan untuk selanjutnya," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Balitbang Provinsi Sumatera Barat Reti Wafda mengatakan, kegiatan ini merupakan cara pemerintah menjembatani apa yang telah dilahirkan perguruan tinggi, dengan cara melakukan diseminasi kepada masyarakat.

"Saya berharap masyarakat dapat menambah pendapatan dari keterampilan ini," ujarnya.

Reti mengharapkan apa yang telah dilatih pada kali ini akan dapat berkembang di masyarakat dan dapat berlanjut kedepannya.

"Setelah pelatihan ini, kami akan mengkoordinasikan dengan dinas terkait sehingga kegiatan ini dapat berlanjut nantinya. Pelatihan ini merupakan sebuah peluang untuk mencukupi kebutuhan cendera mata yang harus dimaksimalkan oleh para generasi muda," ujarnya.

Ia menjelaskan mungkin sudah banyak dari masyarakat yang pernah melihat benda-benda berbahan resin, namun tidak pernah tahu sebelumnya apa itu resin. Resin sendiri kini dibagi menjadi dua, yaitu resin alami dan kimiawi.

Resin alami berupa getah dari berbagai macam pohon terutama pohon kunjung (conifer). Sekarang makin sulitnya mendapatkan resin alami terutama untuk produksi skala besar, muncullah resin kimiawi yang bisa dibuat sesuai kebutuhan.

Karena sifatnya yang cair, material ini memiliki keunggulan tersendiri sebagai bahan baku kerajinan ketimbang material lain, contohnya kayu. Resin lebih gampang dibentuk sehingga bisa sangat menyerupai cetakannya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar