Logo Header Antaranews Sumbar

Pariaman satu-satunya kota di Sumbar yang mengusung konsep pembangunan waterfront city

Kamis, 5 Maret 2020 19:30 WIB
Image Print
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Syafriyanti (kiri) didampingi oleh Wali Kota Pariaman Genius Umar meresmikan kawasan waterfront city atau kota tepi air Talao Pauh Pariaman, Kamis. (Antara Sumbar/Aadiaat M.S.)

Pariaman (ANTARA) - Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Syafriyanti mengatakan Pariaman merupakan satu-satunya kota di provinsi itu yang mengusung konsep pembangunan waterfront city atau kota tepi air.

"Kalau kota yang memiliki konsep waterfront city memang di Pariaman," katanya usai serah terima kawasan waterfront city Talao Pauh Pariaman di Pariaman, Kamis.

Meskipun daerah lainnya di Sumbar juga menata sungai yang pembangunanya dibantu pihaknya namun tidak mengusung konsep waterfront city seperti di Pariaman.

Ia mengatakan pembangunan konsep waterfront city Talao Pauh tersebut merupakan usulan dari Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman kepada Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat yang pembangunannya pada 2019.

"Hari ini penyerahan kawasan waterfront city kepada Pemko Pariaman agar dapat dimanfaatkan," katanya.

Ia berharap setelah serah terima tersebut pihak terkait dapat menjaga dan merawat kawasan itu sehingga selalu tampak rapi, bersih, dan indah.

"Masyarakat yang berkunjung ke sini aman dan nyaman," ujarnya.

Sementara itu Wali Kota Pariaman Genius Umar mengatakan pihaknya akan menyiapkan regulasi untuk pengelolaan kawasan tersebut sehingga selalu dapat mendatangkan banyak pengunjung.

"Ini kami lakukan untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung termasuk dengan kebersihan kawasan ini. Tentu kami juga mengajak pihak desa untuk ikut dalam pengelolaannya," ujarnya.

Ia mengatakan pada tahun ini pihaknya juga akan melanjutkan pengembangan kawasan waterfront city yaitu di kawasan sungai Batang Piaman mulai dari Muaro hingga ke Pauh.

Ia menyebutkan dana pembangunan kawasan akan yang akan dibangun tersebut berasal dari pemerintah pusat senilai Rp16 miliar yang saat ini proses perampungan desain rekayasa detail atau DED.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026