Banjir di Dharmasraya sudah mulai surut, evakuasi masih dilakukan

id Banjir Dharmasraya,BPBD Dharmasraya,Dampak Banjir Dharmasraya

Banjir di Dharmasraya sudah mulai surut, evakuasi masih dilakukan

Warga mulai membersihkan rumah di Nagari Abai Siat, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya, Rabu (22/1). BPBD setempat menyebutkan sejumlah titik banjir di daerah itu sudah mulai surut hingga siang ini. (ANTARA/HO-BPBD Dharmasraya)

Pulau Punjung (ANTARA) - Sejumlah titik banjir di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar), sudah mulai surut berdasarkan pantaun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

"Sudah mulai surut, walaupun masih tergenang tapi warga sudah kembali untuk membersihkan rumah masing-masing," katanya Kepala Pelaksana BPBD Eldison di Pulau Punjung, Rabu.

Selain itu, tambahnya akses jalan pada dua titik di Kacamatan IX Koto yang sempat putus akibat longsor sudah dapat dilalui pengendara.

"Dua titik longsor di Nagari (Desa Adat) Durian Simpai dan Nagari Silago, Kecamatan IX Koto sudah dapat dilalui, material longsor sudah dibersihkan tim gabungan dari BPBD, pemerintah daerah, polri, dan lainnya," katanya.

Ia mengatakan hujan deras yang melanda daerah itu sejak Senin (20/1) malam mengakibatkan sejumlah wilayah teredam banjir.

Beberapa kecamatan yang terendam banjir diantaranya, Kecamatan IX Koto, Pulau Punjung, Timpeh, Tiumang, dan Koto Besar.

"Dampak banjir cukup parah terjadi di Jorong Kampung Surau Nagari Gunung Selasih, Kecamatan Pulau Punjung, dan beberapa titik di Kecamatan Koto Besar dengan ketinggian air hampir mencapai atap rumah warga," katanya.

Ia mengatakan pihaknya bersama tim gabungan dari BPBD Sumatera Barat terus melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir.

"Tim gabungan dari BPBD Sumbar, Polri, dan pemerintah daerah sedang mengevakuasi masyarakat di beberapa titik banjir di Kecamatan Koto Besar dan titik-titik lainnya," katanya.

Ia mengimbau seluruh masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terkait bencana yang mungkin terjadi mengingat curah hujan masih tinggi.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar