Suburkan tanaman bekas tambang di Dharmasraya, Kodim beri Bios 44

id Bios 44,Kodim SSD,berita dharmasraya

Suburkan tanaman bekas tambang di Dharmasraya, Kodim beri Bios 44

Dandim 0310/SSD Dwi Putranto (dua kanan), Wali Nagari Tebing Tinggi Seprianedi (kiri) saat memberi pupus Bios 44 terhadap tanaman bambu yang di kawasan bekas tambah, di Nagari Tebing Tinggi, Dharmasraya, Jumat (21/11). (ANTARA/Ilka Jensen)

Pulau Punjung,  (ANTARA) - Dandim 0310 Sawahlunto, Sijunjung, Dharmasraya (0310/SSD), Sumatera Barat (Sumbar), Letkol Inf Dwi Putranto mengupayakan penyuburan tanaman bambu di kawasan bekas tambang, Nagari Tebing Tinggi, Kecamatan Pulau Punjung, dengan memberi pupuk Bios 44.

"Aksi ini merupakan bentuk perhatian khusus TNI terhadap kerusakan lahan yang tidak dapat dimanfaatkan dampak aktivitas tambang ilegal mining berapa tahun lalu," katanya di Pulau Punjung, Jumat.

Ia mengatakan pemberian Bios 44 untuk tanaman bambu pada lahan bekas tambang di Nagari Tebing Tinggi, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya sudah kedua kalinya. Pertama dilaksanakan pada Mei 2019.

"Alhamdulillah, tanaman bambu yang diberi pupuk bios tumbuh berkembang signifikan, seperti yang sama kita lihat hari ini," katanya.

Ia menyampaikan Bios 44 merupakan cairan berisi mikroorganisme yang dapat meningkatkan hasil pertanian.

Kemudian, lanjut dia penggunaan Bios 44 berkembang untuk mengurai tanah tandus menjadi subur dan bisa untuk pengembangan budi daya perikanan dan penyubur tanah.

Selain itu, Bios 44 juga untuk reklamasi pertambangan dengan mengembalikan kesuburan tanah hingga mengurai tingkat pencemaran air sungai atau danau.

Sementara, Wali Nagari Tebing Tinggi, Kecamatan Pulau Punjung, Seprianedi, menyampaikan luas kerusakan lahan bekas tambang yang ada di wilayah itu mencapai 300 hektare.

Untuk tahap pertama, kata dia Pemerintah daerah bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup RI melakukan pemulihan lahan dengan melakukan penanaman pohon bambu seluas 10 hektare.

"Pada lahan seluas 10 hektare ini ada sekitar 3.000 batang bambu, persoalan yang mucul bambu ini tidak tumbuh dengan baik karena diduga kandungan merkurinya cukup tinggi, sehingga perlu upaya lain untu menyikapinya," tambah dia.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar