UNP dorong dosen lahirkan riset yang berkualitas

id Universitas Negeri Padang,anggaran riset

UNP dorong dosen lahirkan riset yang berkualitas

Wakil Rektor I UNP, Syahril (ANTARA/Agung Pambudi)

Padang, (ANTARA) - Dosen Universitas Negeri Padang (UNP) didorong untuk terus menghasilkan riset berkualitas dan bermutu untuk bisa mendukung kinerja kampus tersebut dalam mencapai visi dan misi menjadi unggul di Asia.

"Kami berharap tahun ini dengan banyaknya riset yang dilakukan akan mendongkrak kinerja UNP menjadi lebih baik dibanding tahun sebelumnya," kata Wakil Rektor I UNP, Syahril, saat membuka simposium internasional Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) di Padang, Kamis.

Ia mengatakan, UNP saat ini menyediakan Rp35 miliar lebih anggaran riset untuk 2019. Hanya saja, dari dana sebesar itu masih banyak yang tersisa karena masih banyak yang belum dipergunakan untuk riset.

Melalui LP2M diharapkan dapat mendorong dosen untuk melakukan riset. Bukan hanya untuk mengejar penerbitan riset, namun riset yang bermutu dan memberikan dampak ekonomi, sosial, dan budaya.

"Mestinya riset yang dilakukan itu bisa jauh lebih baik dari yang sebelumnya. Karena kita dalam proses meniru riset yang telah ada, tentu harus lebih baik dan lebih bermutu," katanya.

Syahril berharap hasil riset ini bisa meningkatkan kualitas dan mutu riset. "Jangan hanya mengejar luaran dari riset itu, namun riset itu layak untuk diterbitkan di jurnal yang terindeks," katanya.

Ketua LP2M UNP, Prof Yasri, didampingi ketua panitia Rahadian Zainul, menyampaikan simposium tersebut bertajuk The 1st Progress in Social Science, Humanities and Education Research Symposium (PSSHERS) dan Progress in Science and Technology Research Symposium (PSTRS).

Penyelenggaraan kedua simposium tersebut bertujuan untuk menyediakan wadah bagi para akademisi, mahasiswa, dan peneliti dari berbagai negara. Nantinya untuk mendiskusikan isu-isu praktis maupun teoretis pada bidang sains dan teknologi.

Untuk, PSSHERS mengangkan tema 'Ilmu Sosial dan Humaniora dalam Revolusi Industri 4.0'.

Sedangkan PSTRS memiliki tema 'Sains, dan Teknologi dalam Revolusi Industri 4.0 yang mewadahi sains dan teknologi'.

Ketua Panitia, Rahadian Zainul mengatakan, PSTRS menghadirkan empat orang world class speaker dari berbagai universitas terkemuka di dunia. Yakni Assoc. Prof. Dr. Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto (Universitas Pendidikan Indonesia), Assoc. Prof. Yohandri, M.Si., Ph.D (Universitas Negeri Padang), Dr. Harwati Hashim (Universiti Kebangsaan Malaysia), Dr. Remon Lapisa, ST., MT. M.Sc (Universitas Negeri Padang).

Sedangkan PSSHERS juga menghadirkan para world class speakers yakni Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.Pd., S.IP., M.Si (Universitas Pendidikan Indonesia), Prof. Dr. Ermanto, S.PD., M.Hum (Universitas Negeri Padang), Lt. Kdr Dr. Abu Yazid Abu Bakar, Ph.D., M.Ed (Universiti Kebangsaan Malaysia), Assoc. Prof. Dr. Marlina, S.Pd., M.Si.

Lanjutnya, PSTRS akan menampilkan 53 artikel ilmiah dari peneliti yang berasal berbagai perguruan tinggi. Sedangkan PSSHERS akan menampilkan 109 artikel.

"Keseluruhan paper tersebut akan dipresentasikan pada simposium.

Artikel-artikel yang telah dinyatakan lolos proses review akan diterbitkan pada penerbit-penerbit terindeks," katanya.

Artikel PSSHERS katany akan diterbitkan pada Atlantis Press yang terindeks Clarivate Analytics Web of Science, sedangkan PSTRS akan diterbitkan pada Journal of Physics Conference Series dan IOP Publishing yang terindeks SCOPUS dan Clarivate Analytics Web of Scence.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar