Logo Header Antaranews Sumbar

Harga Sawit Sumsel Naik Tipis

Sabtu, 23 Maret 2013 10:24 WIB
Image Print
Kelapa sawit. (Antara)

Palembang, (Antara) - Harga sawit tandan buah segar (TBS) di tingkat petani Sumatera Selatan, tercatat Rp800 per kilogram atau naik tipis dibanding pekan Rp785 per Kg. "Naiknya harga buah sawit dalam bentuk tandan buah segar (TBS) tersebut berdasarkan perkembangan harga produk turunannya yakni minyak sawit mentah (CPO)," kata M Yamin, petani swadaya asal daerah Musibanyuasin ketika ditemui di Palembang, Sabtu. Menurut dia, harga buah sawit dalam sepekan ini memang sudah ada sedikit peningkatan dibandingkan kondisi beberapa pekan sebelumnya. Menurut petani yang mengusahakan kebun sawit dan karet ini, sekarang kondisi petani di daerahnya semakin terpuruk, karena harga jual kedua komoditas andalan itu ditetapkan pedagang pengumpul maupun perusahaan masih rendah. "Kalau biasanya, kehidupan petani masih lumayan terutama yang khusus menggarap tanaman karet dan kelapa sawit, karena jika harga buah sawit turun tetapi dapat ditutupi dengan hasil penjualan karet," katanya. Namun sekarang ini, kedua jenis komoditas andalan itu harga jual sama-sama sedang terpuruk, padahal penghasilan petani hanya dari dua komoditas itu. Ia berharap, harga jual kedua komoditas itu segera mengalami kenaikan, minimal salah satunya harga jual mulai membaik. Sementara menanggapi perkembangan harga TBS tersebut, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan sumsel, Benyamin di Palembang sebelumnya mengatakan bahwa harga TBS termasuk minyak sawit mentah (CPO) ditetapkan berdasarkan hasil rapat pihak Dinas Perkebunan Sumsel dengan sejumlah pengusaha perkebunan sawit di daerah ini yang diadakan dua kali dalam sebulan. Provinsi Sumatera Selatan yang terdiri atas 11 kabupaten dan empat kota hingga saat ini terdapat puluhan perusahaan khusus mengelola perkebunan kelapa sawit dengan total luas mencapai hampir satu juta hektare. Perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit itu investor swasta nasional dan asing tersebar pada sejumlah daerah penghasil, seperti di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ilir, Muaraenim, Lahat, Musibanyuasin, Banyuasin, termasuk Kabupaten Musirawas, Kota Pagaralam dan Kota Prabumulih. Sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Sumsel itu mengelola dengan sistem plasma dan inti. Di samping itu, kata dia, juga ada perkebunan kelapa sawit yang diusahakan oleh petani secara swadaya, namun masing-masing daerah luasnya terbatas dan bahkan satu petani ada yang hanya menggarap satu hingga tiga hektare saja. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026