16 klub ikuti Nagari Bawan Cup III

id Nagari Bawan Cup III,Turnamen Sepakbola

Camat Ampeknagari, Roza Syefridianti melakukan tendangan pertama dimulainya Open Turnamen Nagari Bawan Cup III di Lapangan Hijau Puduang. (ANTARA SUMBAR/istimewa)

Lubukbasung (ANTARA) - Sebanyak 16 klub sepak bola di Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengikuti Nagari Bawan Cup III di Lapangan Hijau Puduang pada 9-26 Agustus 2019, dalam rangka mencari bibit sepak bola yang handal di daerah itu.

Ketua Pelaksana Nagari Bawan Cup III, Sadri di Lubukbasung, Sabtu, mengatakan ke 16 klub itu berasal dari Kecamatan Ampeknagari, Lubukbasung, Palembayan, Tanjungmutiara, Tanjungraya dan lainnya.

"Ke 16 klub tersebut merupakan yang terbaik dimiliki kecamatan itu dan kegiatan ini dalam rangka memperebutkan pila bergilir Wali Nagari Bawan," katanya.

Ia mengatakan, kegiatan itu setiap tahun diadakan dengan anggaran dari dana desa.

Selain itu bantuan dari Ikatan Perantau Nagari Bawan, perusahaan dan lainnya.

"Para juara nantinya akan mendapatkan tabanas dan tropi," katanya.

Sementara itu, Wali Nagari Bawan, Kamiruddi menambahkan open turnamen ini diadakan semenjak 2017 menggunakan dana desa.

Kegiatan ini dalam rangka untuk mencari bibit sepak bola yang handal di daerah itu, sehingga mereka akan mengharumkan nama Bawan, Agam dan Sumbar di tingkat nasional.

Pada 2018, tambahnya, Klub Bawan Putra mewakili Agam pada Minangkabau Cup dan berhasil meraih juara dua.

"Empat orang pemain dari Klub Bawan Putra juga dipangil bergabung ke Persatuan Sepak Bola Kabupaten Agam (PSKA)," katanya.

Selain mencari bibit sepak bola, open turnamen ini juga untuk mengisi kegiatan generasi muda agar mereka tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas.

Camat Ampeknagari, Roza Syefridianti memberikan apresiasi kepada pemerintah nagari yang telah mengadakan open turnamen tersebut.

Namun pihaknya berharap kegiatan itu dijadikan agenda tahunan karena sangat bermanfaat bagi pembinaan generasi muda.

Kepada peserta, camat berharap untuk menjaga sportifitas dan bersikap dewasa selama bertanding.

"Dalam bertanding kita berlawanan, namun di luar pertandinga kita bersaudara. Tidak ada dendam dan permusuhan, karena kalah menang itu hal yang biasa," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar