Logo Header Antaranews Sumbar

Tim PkM Unbrah gelar pelatihan P3K bagi pendidik SMA PMT Hamka Padang

Kamis, 1 Oktober 2026 13:35 WIB
Image Print
Tim PkM Unbrah gelar pelatihan P3K di SMA Hamka Padang. (ANTARA/ist)

Padang (ANTARA) - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Baiturrahmah (Unbrah) menggelar kegiatan penyuluhan dan pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) bagi puluhan tenaga pendidik di SMA PMT HAMKA Padang, Senin (28/9). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi situasi darurat medis.

Sebanyak 30 peserta yang terdiri atas 18 guru, dua tenaga kependidikan, serta 10 ustaz dan ustazah wali santri antusias mengikuti jalannya pelatihan. Penyelenggara menilai bahwa para pendidik di lingkungan sekolah berasrama memiliki urgensi tinggi untuk menguasai keterampilan klinis dasar demi keselamatan siswa.

Pelaksanaan edukasi kesehatan ini merupakan bentuk nyata dari program pengabdian masyarakat institusi perguruan tinggi swasta tersebut. Dalam pelaksanaannya, civitas akademika Unbrah menggandeng serta berkolaborasi dengan tim tenaga kesehatan dari Klinik Arafah Kota Padang.

Ketua Program Studi Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan Unbrah, Bdn. Dian Eka Nursyam, S.ST., M.Keb., hadir langsung sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya respons cepat dari orang dewasa yang berada paling dekat dengan siswa saat insiden terjadi di sekolah.

Dian menjelaskan bahwa tindakan P3K yang diberikan secara cepat dan tepat pada menit-menit awal terjadinya cedera sangat menentukan proses pemulihan korban. Kendati demikian, ia mengingatkan agar para guru tetap memahami batasan kompetensi tindakan medis kedaruratan sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Pertolongan pertama ini bukan berfungsi sebagai pengganti dokter. Tugas utama seorang guru di sini adalah menolong korban dengan metode yang aman, baru kemudian melakukan rujukan medis bila kondisi korban memang memerlukan penanganan lebih lanjut," ujar Dian.

Dalam sesi pemaparan teori, tim pengabdi memfokuskan materi pada penanganan delapan kasus medis yang paling sering dijumpai di lingkungan sekolah. Kasus-kasus tersebut meliputi penanganan luka terbuka, mimisan, pingsan, terkilir, luka bakar ringan, tersedak, kejang, hingga kondisi henti jantung.

Selain membagikan materi utama, narasumber juga meluruskan sejumlah mitos pengobatan keliru yang masih awam dipraktikkan masyarakat. Praktik salah kaprah seperti mendongakkan kepala saat mimisan, mengurut bagian tubuh yang terkilir, mengoleskan pasta gigi pada luka bakar, hingga mengganjal mulut orang kejang dengan sendok ditegaskan tidak boleh lagi dilakukan.

Usai menerima pembekalan teori, seluruh peserta diwajibkan mengikuti sesi simulasi dan praktik interaktif yang dipandu langsung oleh tim medis Klinik Arafah. Praktik komprehensif tersebut mencakup teknik pembalutan luka, pengaturan posisi pemulihan (recovery position) bagi korban pingsan, serta manuver penyelamatan korban tersedak.

Sementara itu, Kepala SMA PMT HAMKA Padang, Monika Kurniawati, M.PdE, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang diinisiasi oleh Unbrah dan Klinik Arafah. Pihak sekolah berharap pelatihan serupa dapat bertransformasi menjadi program agenda rutin demi memperkuat ekosistem lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan siaga bencana.*

Tim PkM Unbrah gelar pelatihan P3K di SMA Hamka Padang. (ANTARA/ist)



Pewarta:
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2026