Sapi kurban Presiden seberat 1,073 ton seharga satu mobil

id Sapi Kurban Presiden,Idul Adha,Peternak Agam,Sapi asal Agam

Sapi simental milik Efendi Rasyid warga Lundang, Nagari Panampuang, Kecamatan Ampekangkek, Kabupaten Agam. (ANTARA SUMBAR/istimewa)

Lubukbasung (ANTARA) - Sapi simental milik peternak di Lundang, Nagari Panampuang, Kecamatan Ampekangkek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terpilih menjadi hewan kurban Presiden Joko Widodo dan bakal disembelih di Masjid Raya Sumbar saat Idul Adha 1440 Hijriyah. Sapi yang memiliki bobot1.073 kilogram itu dibeli seharga Rp80 juta.

Kepala Dinas Pertanian Agam, Isman Imran didampingi Kasie Produlsi Ternak Dinas Pertanian Agam, Dahlius di Lubukbasung, Rabu, mengatakan sapi milik Efendi Rasyid ini terpilih setelah melalui verifikasi yang dilakukan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar.

"Ini menjadi kebanggaan kita karena sapi ini resmi terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI," katanya.

Ia mengatakan, sapi dengan berat 1.073 kilogram dengan usia 3,5 tahun itu akan disemblih di Masjid Raya Sumbar saat Idul Adha 1440 Hijriyah.

Daging sapi itu, tambahnya, akan dibagikan kepada warga Sumbar.

"Sapi itu juga keluar sebagai pemenang pada kontes ternak Livestock Expo di Padang pada Juni 2019," katanya.

Sebelumnya, sapi simental milik warga Agam juga terpilih sebagai hewan kurban Presiden RI Joko Widodo untuk Sumbar pada 2017.

Ia berharap sapi milik peternak Agam kembali terpilih menjadi hewan kurban presiden pada tahun depan.

Sementara itu, pemilik sapi, Efendi Rasyid menambahkan ternak miliknya dibeli dengan harga Rp80 juta.

"Sapi itu masih akan tetap berada dalam perawatan menjelang Idul Adha," katanya.

Rencananya, tambah pensiunan ASN itu, sapi ini akan diantarkan langsung ke Masjid Raya Sumbar di Padang, satu hari menjelang Idul Adha.

"Saya akan tetap merawat dan sapi ini langsung saya antar ke Padang. Saya merasa bangga sapi ini terpilih untuk hewan kurban orang nomor satu di Indonesia," katanya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar