Logo Header Antaranews Sumbar

Pasca evakuasi harimau, BKSDA-Sintas pantau kondisi Batang Palupuh Agam (Video)

Sabtu, 23 Mei 2026 15:27 WIB
Image Print
Yayasan Shintas Indonesia sedang mengambil drone yang baru saja diterbangkan untuk memantau keberadaan harimau di Batang Palupuh, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sabtu (23/5/2026). ANTARA/Yusrizal 

Lubukbasung (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat bersama Yayasan Sintas Indonesia menggunakan drone thermal untuk memantau keberadaan harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) pada lokasi satwa tersebut masuk kandang di Batang Palupuh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam.

Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra di Lubuk Basung, Sabtu, mengatakan pemantauan menggunakan drone thermal dilakukan usai satu individu harimau sumatra berkelamin betina masuk kandang jebak di Batang Palupuh, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Jumat (22/5).

"Pemantauan menggunakan drone thermal milik Yayasan Sintas Indonesia ini dilakukan pada Jumat (22/5) pada pukul 22.00 WIB dan Sabtu (23/5) pada pukul 09.00 WIB," katanya.

Ia mengatakan pemantauan dilakukan beberapa hari kedepan pada malam dan pagi hari untuk memudahkan memantau keberadaan harimau yang sedang berkeliaran.

Teknologi yang digunakan cukup membantu, sehingga bisa memantau keberadaan satwa itu dari pancaran suhu tubuh dari satwa dilindungi tersebut.

"Ini untuk memastikan apakah individu harimau yang lain masih berada di daerah itu, karena drone thermal bisa memantau keberadaan satwa dari pancaran suhu tubuh harimau," katanya.

Ia menambahkan BKSDA Sumbar juga memasang kamera treap atau jebak di sejumlah titik di lokasi harimau masuk kandang jebak. Petugas BKSDA Sumbar bersama Yayasan Sintas Indonesia dan Pagari melakukan penyisiran di daerah itu.

Apabila sudah tidak terpantau, maka penanganan konflik atau interaksi negatif harimau dengan manusia bakal dihentikan.

"Tidak ada tanda keberadaan harimau sumatra pasca satwa itu dievakuasi," katanya.

Sementara Team Leader Yayasan Sintas Indonesian Sepriyoga Virdana Khan menambahkan drone thermal belum mendapatkan tanda keberadaan harimau sumatra selama dua kali pemantauan.

"Belum ada terpantau tanda-tanda keberadaan harimau di Batang Palupuh, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh," katanya.

Ia mengakui drone thermal pernah memantau keberadaan harimau sumatra di Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Nagari Pasia Laweh dan Koto Tabang Kecamatan Palupuh.

"Tiga lokasi ini pernah terpantau jelas pergerakan satwa dari suhu tubuhnya," katanya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026