
Wanita Tibet Bakar Diri di China

Beijing, (Antara/AFP) - Seorang wanita Tibet membakar diri hingga tewas dalam suatu aksi terbaru menentang pemerintahan Beijing.Peristiwa itu mengakibatkan pihak berwenang China menahan suaminya, menurut laporan media dan kelompok hak asasi manusia, Selasa. Sekitar 110 warga Tibet telah melakukan aksi bakar diri sejak 2009. Kunchok Wangmo, yang berusia awal 30-an, melakukan aksi bakar diri di provinsi bagian barat daya, Sichuan, prefektur Aba, kata kelompok Kampanye Internasional untuk Tibet (ICT) yang berbasis di Amerika Serikat dan organisasi Free Tibet, yang berbasis di Inggris, yang menyebut nama korban sebagai Kunchoek. Free Tibet dan Radio Free Asia, yang berbasis di Amerika Serikat, menambahkan pihak berwenang telah mengkremasi jenazahnya dan menyerahkan abunya kepada pihak keluarga, kemudian menahan suaminya Dolma Kyab setelah ia menolak untuk menyebut alasan kematian korban sebagai masalah keluarga. Insiden itu terjadi pada 13 Maret namun baru dilaporkan pekan ini. Banyak orang Tibet di Cina menuduh pemerintah menindas agama mereka dan mengikis budaya mereka saat makin banyak etnis mayoritas negara itu, Han, berpindah ke daerah tradisional Tibet. Ketegangan berubah menjadi sebuah aksi protes yang berujung kekerasan pada bulan Maret 2008 di ibukota Tibet, Lhasa, yang kemudian menyebar ke daerah tetangga. Beijing menolak kritik atas kekuasaannya dan mengatakan jika Tibet menikmati kebebasan beragama serta menyebutkan jika investasi berkelanjutan ke kawasan itu besar dan telah membawa modernisasi serta peningkatan standar hidup yang lebih baik di Tibet. Pihak berwenang telah berusaha untuk menindak protes dengan menangkap dan menuntut mereka yang dituduh menghasut para pelaku bakar diri, sekaligus juga meluncurkan publikasi utama terkait masalah ini. Sebuah pengadilan di provinsi terdekat Qinghai pada Selasa menghukum tiga orang selama empat sampai enam tahun dengan pasal "subversi negara" seraya mengatakan bahwa mereka "menggunakan orang lain" untuk melakukan bakar diri dan "menyebar teks dan gambar yang berkaitan dengan kemerdekaan Tibet ", kata People's Daily di lamannya. Beijing menuduh pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama dan para orang dekatnya telah menghasut dilakukannya tindakan tersebut untuk mendorong agenda separatis. Pihak berwenang sebelumnya juga telah memenjarakan warag Tibet di China yang mengirimkan informasi tentang aksi bakar diri itu ke luar negeri. Dalai Lama yang pernah meraih Nobel Perdamaian mengatakan jika dia menginginkan otonomi yang lebih besar dan bukannya kemerdekaan Tibet. Dia melarikan diri dari tanah airnya pada 1959 setelah pemberontakan yang gagal, dan sejak saat itu tinggal di sebuah kota bukit India, Dharamshala. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
