Bantu Petani, Mahasiswa Fakultas Tekhnik Unand ciptakan FATIMAH

id mahasiswa

Mahasiswa Fakultas Teknik Unand ciptakan alat pemetik teh FATIMA. (ANTARA SUMBAR/ Istimewa)

Padang (ANTARA) - Bermula dari rasa simpati terhadap kendala yang dihadapi petani di Jorong Lubuk Selasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok, Sumatera Barat dalam proses pemetikan daun teh, lima mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Andalas (Unand) menciptakan alat pemetik cepat yang diberi nama FATIMA (Fast Tea Pickers Machine).

Lima mahasiswa itu, Riko Candra, Yoan Winata, Niqma Rozalia, Muhammad Ikhsan, Agusriadi melakukan beberapakali percobaan dibawah bimbingan Dr.Eng Rahmadi Kurnia S.T, M.T hingga akhirnya bisa menciptakan alat yang dapat memetik daun teh bagian atas dan bagian samping secara cepat dan efisien baik waktu maupun operator alat.

Alat itu memadukan antara alat pemotong dan alat penghisap "pertable". Alat pemotong memungkinkan operator (petani) memotong daun teh bagian atas dan juga bagian samping.

Selama ini memetik daun teh bagian samping merupakan persoalan tersendiri bagi petani karena harus menggunakan gunting pemotong secara manual hingga prosesnya relatif lama. FATIMA bisa memberikan solusi terhadap hal tersebut.

Terlebih alat itu juga memiliki bagian penghisap yang bisa segera "menangkap" daun teh yang telah terpotong dan menempatkannya ke dalam wadah penampungan yang telah disediakan sehingga tidak ada daun teh yang tersia-sia.

Teh merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Sumatera Barat menjadi provinsi penghasil teh ke tiga terbesar di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2016 produksi teh di Sumbar mencapai 9.323 ton dengan luas areal produksi 4.931 hektare.

Salah satu daerah produsen teh di Sumbar berada di Jorong Lubuk Selasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok. rata-rata perkebunan teh di daerah ini masih dikelola oleh rakyat dan masih bersifat tradisional.

Salah satu kelompok tani yang ada di daerah ini adalah Kelompok Tani Saiyo Sakato yang mampu menghasilkan 10 ton daun teh per dua hektare lahan.

Permasalahan yang dihadapi petani teh saat ini adalah proses pemetikan teh yang masih menggunakan gunting manual dan pemetikan dengan tangan langsung. Hal ini menyebabkan para pemilik kebun teh membutuhkan banyak pekerja untuk memetik teh yang mengakibatkan biaya produksi menjadi besar, karena harus membayar upah para pekerja.

Berdasarkan permasalahan itulah mahasiswa Fakultas Teknik Unand tergerak untuk turun tangan untuk menciptakan alat yang bisa membantu.

Sebelumnya telah ada alat yang bisa memetik teh, namun alat tersebut hanya mampu memetik teh bagian atas saja. Sehingga untuk memetik daun teh dibagian samping masih memerlukan gunting manual. Alat tersebut juga memiliki harga yang sangat mahal sehingga memberatkan para petani teh.

FATIMAH (Fast Tea Pickers Machine) yang terinspirasi dari mesin pemotong dan mesin penghisap "portable" diharapkan bisa menjadi solusi bagi petani. ***

Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar