Masjid Cahaya bantuan YBM PLN di Mentawai telah diresmikan

id PLN,Masjid,Peresmian

Direktur Bisnis Regional PT. PLN Wiluyo Kusdwiharto (Tengah) menandatangani prasasti mesjid cahaya di KM.2 Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Selasa (14/5). Pembangunan mesjid yang menelan biaya Rp 987 juta itu, berlangsung selama 7 bulan. (Antara Sumbar/Fandi/2019)

Tua Peijat (ANTARA) - Rumah ibadah bernama Masjid Cahaya yang dibangun dari bantuan Yayasan Baitul Mal (YBM) PT. PLN Wilayah Sumatera Barat yang menelan biaya mencapai Rp987 juta di KM.2 Tua Peijat, Kabupaten Kepulauan Mentawai telah diresmikan, sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk pelaksanaan ibadah Ramadhan 1440 Hijriah.

Penyerahan secara simbolis dan penandatangan prasasti masjid dan meresmikan oleh Direktur Bisnis Regional Sumatera, Wiluyo Kusdwiharto didampingi General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sumbar Bambang Dwiyanto serta unsur manajemen lainnya, di Tua Peijat, Selasa.

Direktur Bisnis Regional SumateraWiluyo Kusdwiharto usai meresmikan mengatakan masjid yang dibangun oleh PLN, merupakan harapan masyarakat setempat, dikarenakan jarak antar masjid sangat jauh sehingga kesulitan untuk pergi beribadah.

"Usulan dari masyarakat untuk dibangunkan masjid, terlaksana melalui dukungan yayasan yang berhubungan dengan itu. Maka pada September 2017 mulai dibangun," ujarnya.

Sebelumnya GM PLN UIW Sumbar Bambang Dwiyanto menyampaikan dana yang dialokasikan untuk pembangunan Masjid Cahaya di KM 2 Tua Peijat itu, berupaka dari infaq dan sadakah serta dana zakar karyawan yang di kelolah oleh YBM PLN.

Bahkan setiap kesempatan pertemuan keagamaan penghimpunan sumbangan terus dilakukan terhadap karyawan jajaran PLN Unit Induk Wilayah Sumbar, kata dia, dukungan dari YBM PLN Pusat juga ada untuk bangunan masjid tersebut.

Dengan adanya sumbangan dari lelang sajadah tersebut sangat membantu kelanjutan pembangunan Masjid Cahaya di Mentawai, akantetapi YBM PLN Sumbar tetap membuka penggalangan dana guna menyelesaikan pembangunan Masjid tersebut.
Direktur Bisnis Regional PT. PLN Wiluyo Kusdwiharto (Tengah) foto bersama usai menandatangani prasasti mesjid cahaya di KM.2 Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Selasa (14/5). Pembangunan mesjid yang menelan biaya Rp 987 juta itu berlangsung selama 7 bulan. (Antara Sumbar/Fandi/2019) (ist)
Dengan sinergi YBM PLN Pusat dan YBM PLN Unit Induk Wilayah Sumbar, pada 1 September 2018 diresmikanlah awal pembangunan masjid di Tua Pejat tersebut yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Sumatera Barat, IrwanPrayitno, Komisaris Utama PT PLN (Persero) Ilya Avianti serta General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sumbar kala itu Susiana Mutia.

Masjid sudah mulai dibangun dengan total RAB sekitarRp980 juta, target untuk dapat selesai tepat waktu pada Ramadhan 1440 Hijriah atau Juni 2019.*

Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar