Tersangkut hukum, Muzni Zakaria Mundur dari Jabatan Ketua Gerindra

id Muzni Zakaria

Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikawal pihak kepolisian, keluar dari rumah Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria di jalan Mataram, Padang, Sumatera Barat, Kamis (25/4/2019). ( ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi/ama)

Padang Aro, (ANTARA) - Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat Muzni Zakaria mengundurkan diri dari jabatan ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra kabupaten itu usai rumahnya digeledah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Salah satu alasan bapak Muzni Zakaria mundur dari ketua Gerindra memang kasus yang sedang dihadapi," kata Sekretaris DPC Gerindra Solok Selatan Isyuliardi Maas, di Padang Aro, Jumat.

Dia mengatakan Muzni mundur dari ketua DPC Gerindra agar tidak mengganggu aktivitas dan stabilitas partai.

Surat pengunduran diri bapak Muzni katanya, sudah masuk sejak Sabtu (27/4) dan telah kami teruskan ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) untuk dilanjutkan ke DPP.

"DPC dan DPD hanya mengusulkan sedangkan keputusan pemberhentian tetap dipituskan DPP," katanya.

Terkait siapa pengganti Muzni sebagai ketua DPC ia belum mau mengungkapkan sebab belum ada surat resmi dari DPP.

"Ketua partai pengganti Muzni Zakaria belum diputuskan DPP," ujarnya.

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan pihaknya melakukan penggeledahan di rumah Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat , yang berada di Kota Padang, Kamis 25/4 pagi.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan kasus ini masih dalam proses penyidikan dan saat ini tim masih bekerja di lapangan.

KPK menyita dokumen-dokumen terkait proyek dari penggeledahan yang dilakukan di rumah pribadi Bupati Solok Selatan.

"Benar ada kegiatan penggeledahan oleh tim KPK, prosesnya tentu sudah di tingkat penyidikan. Dari lokasi disita dokumen-dokumen terkait proyek," katanya.

Namun, Febri belum bisa menjelaskan lebih lanjut baik perkara dan tersangka terkait kasus di Solok Selatan itu. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar