Logo Header Antaranews Sumbar

Satu Hektare Pemakaman Umum Terbakar

Selasa, 5 Maret 2013 16:03 WIB
Image Print
Ilustrasi. (Antara)

Padang, (Antara Sumbar) - Badan Penanggunlangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Kota Padang, menyatakan, pemakaman umum Bukit Patang di Kecamatan Lubuk Kilangan dengan luas satu hekatare terbakar, Selasa, dan hampir menjalar ke permukiman warga. Kepada BPBD dan Damkar Kota Padang Budi Erwanto di Padang, Selasa mengatakan, pemakaman umum yang terbakar tersebut berada di Rt03 Rw01, Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, sekitar pukul 12.30 WIB. "Kebakaran tersebut mengakibatkan pandam pekuburan Bukit Patang hangus dilalap api, dimana luasnya mencapai satu hektare, namun beruntung dapat diatasi dan tidak mencapai permukiman warga," kata Budi. Dia menambahkan, pemakaman yang terbakar tersebut memang dekat dengan perumahan warga, sebab itu tim yang turun langsung berusaha memadamkan api agar tidak meluas ke rumah-rumah warga yang ada di daerah itu, dan beruntung sekitar satu jam kemudian kebakaran dapat diatasi. Untuk memadamkan api di lokasi kejadian tersebut, BPBD dan Damkar Kota Padang menerjunkan tiga armada pemadam, dan sepuluh orang personel. Sehubungan dengan itu, kebakaran tersebut diperkirakan akibat adanya pembakaran lahan oleh warga di lokasi itu, ditambah suhu udara yang relatif panas, sehingga kebakaran mudah terjadi. "Kita menduga adanya kegiatan pembakaran, namun melihat ilalang yang kering disebabkan suhu panas yang terjadi beberapa hari terakhir kita juga menduga itu dapat mempengaruhi, cepatnya pandam pekuburan itu dilalap api," ujar budi. Budi menambahkan, terkait suhu panas yang ada di daerah ini, kebakaran yang dilaporkan dalam beberapa hari terakhir baru yang pertama, namun melihat kondisi cuaca masyarakat tentu harus lebih berhati-hati. Sehubungan dengan itu, berdasarkan data BMKG Stasiun Ketaping Sumbar, di provinsi itu suhu udara memang berada diatas normal, yakni mencapai 33 derajat celcius, dan diperkirakan akan terus berlangsung hingga beberapa minggu ke depan. (*/eko/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026