Target produksi ikan air tawar 50.000 ton, Agam cetak kolam satu hektare

id cetak kolam,target produksi ikan agam,produksi ikan agam,berita agam

Target produksi ikan air tawar 50.000 ton, Agam cetak kolam satu hektare

Alat berat milik Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan KabupatenAgan sedang mecetak kolam baru di Sitingkah Tangah, Jorong Balai Ahad, Nagari Lubukbasung, Kecamatan Lubukbasung, Selasa (24/3). (ANTARA/HO)

​​​​​​​Lubukbasung, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencetak kolam seluas satu hektare dalam meningkatkan produksi ikan air tawar di daerah itu pada 2020 sebagai upaya mencapai target produksi ikan air tawar sebanyak50.000 ton.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam Ermanto di Lubukbasung, Selasa, mengatakan satu hektare kolam baru itu milik Pokdakan Cahaya Agam di Sitingkah Tangah, Jorong Balai Ahad, Nagari Lubukbasung, Kecamatan Lubukbasung.

"Cetak kolam barun itu sedang berjalan dengan menurunkan alat berat jenis excavator milik Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam," katanya.

Ia mengatakan Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam bakal mencetak kolam di Batang Piarau, Nagari Kampuang Pinang, Kecamatan Lubukbasung.

Rencananya cetak kolam seluas empat hektare itu bakal dilakukan pada April 2020.

Setelah itu cetak kolam baru di Garagahan, Kecamatan Lubukbasung.

"Di Garagahan kita menunggu surat dari kelompok pembudidaya ikan berapa luas dan pelaksanaannya," katanya.

Selama 2020, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam menargetkan cetak kolam seluas tiga hektare. Sedangkan tahun lalu dengan target tiga hektare dan realisasi hanya dua hektare.

Cetak kolam itu dalam rangka meningkatkan produksi ikan air tawar pada 2020 dengan target 50 ribu ton.

"Kita berharap target produksi ikan air tawar itu bakal tercapai dengan adanya cetak kolam baru itu," katanya.

Pada tahun lalu produksi ikan di daerah itu 45.653,72 ton, 2018 sebanyak 46.198,74 ton, 2017 sebanyak 48.454,80 ton, 2016 sebanyak 55.113,91 ton dan 2015 sebanyak 85.462,99 ton. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar