Menteri Koperasi dan UKM perkuat tradisi wira usaha orang Minang

id koperasi,ukm,kabupaten,limapuluh,kota,mentri,puspayoga

Kunjungan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga ke Kabupaten Limapuluh Kota (sumbar.antaranews.com/Syafri Ario)

Sarilamak (ANTARA) - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga tertarik mengunjungi Kabupaten Limapuluh Kota untuk mengasah tradisi wirausaha orang Minang di Sumatera Barat.

"Memberikan pelatihan Koperasi dan UMKM di Sumbar tidaklah sulit karena orang Padang dari dalam perutnya sudah pengusaha, maka itu saya ingin datang kesini," ujar Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga saat membuka pelatihan UMKM di Sarilamak, Senin.

Ia mengatakan budaya orang Minangkabau yang selalu terbiasa merantau dan berdagang akan memudahkan pihaknya untuk memperkuat koperasi dan UKM di Sumbar.

“Buktinya di mana-mana ada makanan Padang, kalau tidak ada jiwa entrepreneur tentu tidak akan bisa seperti itu,” ujarnya.

Dalam kunjungan kerja tersebut, menteri menyerahkan sejumlah bantuan bagi wirausaha pemula, Kredit Usaha Rakyat (KUR), sertifikat hak cipta, SK Badan Hukum Koperasi dan serah terima gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Limapuluh Kota.

Selain itu, menteri juga membuka pelatihan yang ditandai dengan penyematan tanda peserta sejumlah pelatihan diantaranya pelatihan kewirausahaan, perkoperasian, vocation, Bimtek PLUT dan LPDB KUMKM yang dipusatkan di gedung PLUT.

Kunjungan tersebut kata Bupati Kabupaten Limapuluh Kota Irfendi Arbi juga tidak terlepas dari prestasi daerah dalam memajukan UKM dan Koperasi.

"Kita baru saja mendapatkan penghargaan tanda Jasa Bakti Koperasi dan UKM tahun 2018 dan sejumlah prestasi koperasi tingkat nasional,” kata Bupati.

Ia berharap kedatangan para petinggi negara itu membawa berkah bagi perkoperasian dan pelaku usaha di Kabupaten Limapuluh Kota.

"Kita menyadari koperasi dan UKM mampu meningkatkan perekonomian masyarakat ditengah krisis ekonomi global,” ujar Irfendi. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar